Latar Belakang: Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu dimensi fundamental dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan mengendalikan gerak tubuh, koordinasi, keseimbangan, serta ekspresi diri. Namun, pengembangan kecerdasan kinestetik di wilayah perdesaan sering kali belum memperoleh perhatian optimal akibat keterbatasan literasi, sarana, dan infrastruktur pendidikan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program stimulasi kecerdasan kinestetik melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda, Desa Sukawangi, Kabupaten Garut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka PAR yang melibatkan mahasiswa PIAUD STIT Qurrota A'yun sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi perkembangan kemampuan kinestetik anak selama pelaksanaan program. Hasil: Intervensi melalui senam irama, permainan tradisional Sunda seperti Engklek, Oray-orayan, dan Ucing Galah, serta integrasi gerakan shalat menunjukkan peningkatan koordinasi motorik, keseimbangan, kelenturan gerak, dan regulasi emosi anak. Temuan juga menunjukkan adanya keterkaitan antara frekuensi partisipasi dalam aktivitas kinestetik dengan peningkatan kemampuan motorik kasar dan halus. Aktivitas berbasis budaya lokal mampu menciptakan proses stimulasi yang menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan anak. Kesimpulan: Stimulasi kecerdasan kinestetik yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai religius efektif dalam mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia dini. Namun, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan dan pendampingan orang tua, khususnya untuk mengurangi stigma negatif terhadap anak yang aktif secara fisik
Copyrights © 2026