Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai, Akhlak, dan Peradaban Iskandar Mirza; Akhmad Roziqin; Neng Astrilestari Putri
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi pemikiran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berpijak pada tiga fondasi utama: nilai (qiyam), akhlak, dan peradaban (hadharah) sebagai respons terhadap krisis karakter dan lemahnya orientasi peradaban pada generasi Muslim Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan metode analisis isi kritis, kajian ini menelaah karya-karya tokoh pendidikan Islam klasik dan kontemporer serta literatur akademik terindeks periode 2015-2025. Hasil kajian mengidentifikasi tiga landasan filosofis rekonstruksi: ontologi Islam tentang manusia sebagai khalifatullah fil ardh, epistemologi Islam yang menolak dikotomi ilmu agama-umum, dan aksiologi Islam yang menempatkan keindahan (jamal) sebagai dimensi nilai tertinggi. Diagnosis kritis mengungkap lima kelemahan paradigmatik PAI kontemporer: reduksionisme tujuan, kognitivisme berlebih, atomisme kurikuler, presentisme historis, dan nirperadaban. Sebagai respons, kajian ini merumuskan tiga kerangka rekonstruksi yang saling melengkapi: reorientasi tujuan PAI menuju visi kekhalifahan operasional, reformulasi konten berbasis nilai Islam universal dan maqashid syariah, serta revitalisasi metodologi melalui integrasi ta'lim, tarbiyah, ta'dib, dan tazkiyah. Implikasi kebijakan mencakup revisi standar PAI nasional, pengembangan kurikulum tematik-integratif, sistem penilaian holistik, dan transformasi program pendidikan guru PAI di LPTK Islam.
Pengembangan Kecerdasan Musical Peserta Didik Di Sekolah Dasar: Studi Observasional Di SDN Karang Asih 08 Rahmat Azid Muslim; Saepul Rohman; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11973

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan musikal merupakan salah satu komponen penting dalam teori kecerdasan majemuk yang berkontribusi terhadap perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. Namun, pengembangannya di sekolah dasar masih sering diposisikan sebagai kegiatan pelengkap. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pengembangan kecerdasan musikal, menganalisis faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi strategi berbasis bimbingan konseling. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi observasional partisipatif di SDN Karang Asih 08, Kabupaten Bekasi, melibatkan 3 guru kelas, 1 guru seni musik, 1 konselor sekolah, 25 peserta didik, dan kepala sekolah. Hasil: Pengembangan kecerdasan musikal belum berjalan sistematis; aktivitas musikal masih sporadis melalui lagu edukatif di kelas rendah dan ekstrakurikuler musik. Faktor pendukung utama adalah antusiasme peserta didik (85%) dan dukungan kepala sekolah, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan alat musik, minimnya pelatihan guru (hanya 1 orang yang bisa musik), kurikulum padat, dan belum terintegrasinya BK dengan seni musik. Kesimpulan: SDN Karang Asih 08 memiliki potensi besar namun belum optimal. Diperlukan pengadaan alat musik, pelatihan guru dan konselor, serta integrasi musik dalam pembelajaran dan konseling.
Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Partisipatif Di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda Ahmad Najib Komarudin; Suci Dwi Kurniasih; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11974

Abstract

Latar Belakang: Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu dimensi fundamental dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan mengendalikan gerak tubuh, koordinasi, keseimbangan, serta ekspresi diri. Namun, pengembangan kecerdasan kinestetik di wilayah perdesaan sering kali belum memperoleh perhatian optimal akibat keterbatasan literasi, sarana, dan infrastruktur pendidikan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program stimulasi kecerdasan kinestetik melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) di PAUD Pelangi dan MDTA Manba'ul Huda, Desa Sukawangi, Kabupaten Garut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka PAR yang melibatkan mahasiswa PIAUD STIT Qurrota A'yun sebagai fasilitator. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi perkembangan kemampuan kinestetik anak selama pelaksanaan program. Hasil: Intervensi melalui senam irama, permainan tradisional Sunda seperti Engklek, Oray-orayan, dan Ucing Galah, serta integrasi gerakan shalat menunjukkan peningkatan koordinasi motorik, keseimbangan, kelenturan gerak, dan regulasi emosi anak. Temuan juga menunjukkan adanya keterkaitan antara frekuensi partisipasi dalam aktivitas kinestetik dengan peningkatan kemampuan motorik kasar dan halus. Aktivitas berbasis budaya lokal mampu menciptakan proses stimulasi yang menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan anak. Kesimpulan: Stimulasi kecerdasan kinestetik yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai religius efektif dalam mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia dini. Namun, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan dan pendampingan orang tua, khususnya untuk mengurangi stigma negatif terhadap anak yang aktif secara fisik
Integrasi Nilai Insan Kamil Dalam Pengembangan Kecerdasan Moral Siswa Madrasah Aliyah Budi Komara; Badrul Munir; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11975

Abstract

Latar Belakang: Krisis moral generasi muda di era digital menjadi tantangan serius bagi pendidikan Islam, terutama karena masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan moral dan tindakan moral (moral knowing vs moral action) di kalangan siswa madrasah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguasaan nilai secara kognitif belum selalu diikuti oleh internalisasi dan penerapan nilai dalam perilaku sehari-hari. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai Insan Kamil dalam pengembangan kecerdasan moral siswa serta merumuskan rancangan bimbingan berbasis nilai tersebut. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi terstruktur dan partisipasi pasif selama delapan hari di MA Al Huda Bandung Barat, dilengkapi dengan wawancara mendalam serta telaah kritis terhadap literatur yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola pengembangan kecerdasan moral, hambatan implementasi, dan peluang integrasi nilai Insan Kamil dalam layanan pendidikan. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan moral di MA Al Huda masih lebih berorientasi pada aspek intelektual atau moral knowing dibandingkan pembentukan karakter secara komprehensif. Kelemahan utama terlihat pada aspek empati, kontrol diri, serta belum optimalnya integrasi nilai Insan Kamil dalam kurikulum dan praktik pembinaan siswa. Kesimpulan: Penelitian ini merumuskan Model Tazkirah-Tarbiyah-Tazkiyah-Istiqamah serta rancangan bimbingan integratif yang menggabungkan tujuh aspek kecerdasan moral Borba dengan nilai-nilai Insan Kamil. Model tersebut diharapkan menjadi kerangka pengembangan moral yang lebih utuh untuk mengatasi kesenjangan antara pemahaman nilai dan tindakan moral siswa di era digital.
Kecerdasan Linguistik Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Peserta Didik (Siswa MTs Di Pondok Pesantren Tahfdizul Qur’an Misbahunnur Kota Cimahi) Muh. Imamuddin Yusup; Abdah Muhammad Hasan; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11976

Abstract

Pengembangan kecerdasan linguistik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan karena berkontribusi terhadap kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi, berpikir kritis, serta membangun interaksi sosial yang efektif. Namun, kajian mengenai peran layanan bimbingan dan konseling dalam mendukung pengembangan kecerdasan linguistik, khususnya pada lingkungan pendidikan berbasis pesantren, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan bimbingan dan konseling dalam mengembangkan kecerdasan linguistik serta implikasinya terhadap peningkatan kemampuan berbahasa peserta didik di MTs Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Misbahunnur Kota Cimahi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan linguistik berkembang melalui sinergi antara strategi pembelajaran yang komunikatif, layanan bimbingan dan konseling, budaya literasi, serta lingkungan pesantren yang mendukung praktik komunikasi aktif. Kegiatan seperti diskusi kelompok, presentasi, storytelling, pembiasaan membaca Al-Qur'an, muroja'ah, dan bimbingan kelompok terbukti meningkatkan kemampuan berbicara, membaca, menulis, serta kepercayaan diri peserta didik dalam berkomunikasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa guru bimbingan dan konseling berperan tidak hanya sebagai fasilitator penyelesaian masalah, tetapi juga sebagai agen pengembangan kemampuan komunikasi peserta didik. Temuan tersebut memperkaya kajian mengenai integrasi layanan bimbingan dan konseling dengan pengembangan kecerdasan linguistik serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pembelajaran dan layanan konseling yang berorientasi pada penguatan kompetensi komunikasi peserta didik di lingkungan sekolah dan pesantren.
PROSPEK REKONSTRUKSI PEMIKIRAN ISLAM DI ERA MODERN DAN POSTMODERN Ahmad Syaifullah; Ujang Sunarya; Roihatul Jannah; Asyiqul Mujahadah; Akhmad Roziqin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 4 (2026): Volume 12 No. 4, Desember 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i4.19674

Abstract

Social change, advances in science and technology, globalization, and the growing postmodern critique of claims to universal truth present both challenges and opportunities for Islamic thought. This article aims to analyze the prospects for reconstructing Islamic thought in the modern and postmodern eras, identify the epistemological issues it faces, and formulate directions for renewal that remain grounded in the normative sources of Islam. This study employs a qualitative library research approach, using descriptive-critical analysis of the works of modern Muslim thinkers and contemporary academic literature. The discussion focuses on the relationship between revelation, reason, historical experience, and scientific knowledge; the contribution of Fazlur Rahman’s double movement theory; Mohammed Arkoun’s critique of Islamic reason; and the relevance of maqāṣid al-sharī‘ah and the integration of knowledge. The findings indicate that reconstruction does not entail replacing Islamic teachings with modern ideologies. Rather, it involves interpreting the intellectual heritage of Islam responsibly so that the values of justice, public welfare, human dignity, and moral responsibility can be realized in new contexts. The prospects for renewal depend on methodological openness, strengthened literacy, interdisciplinary dialogue, the courage to engage in ijtihād, and a willingness to critically examine tradition without losing its ethical and spiritual orientation. At the same time, total relativism, ahistorical textual interpretation, and the uncritical imitation of modernity must be avoided. Keywords: reconstruction of Islamic thought, modernity, postmodernity, ijtihād, Islamic epistemology, maqāṣid al-sharī‘ah