Latar Belakang: Pendidikan Al-Qur'an memiliki posisi sentral dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai ilahiyah. Namun, masih banyak ditemukan kesenjangan antara idealitas peran pendidik Al-Qur'an dengan realitas di lapangan, khususnya dalam hal kompetensi pedagogis, spiritual, dan moral. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pendidik Al-Qur'an yang ideal berdasarkan perspektif QS. Al-Baqarah ayat 129 dengan pendekatan tafsir tarbawy (pendidikan). Metode: Penelitian ini menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik) dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya QS. Al-Baqarah: 129, serta didukung oleh penafsiran dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Misbah, serta kajian hadits dan literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil: Penelitian menemukan bahwa QS. Al-Baqarah: 129 mengandung empat dimensi utama tugas Rasul sebagai pendidik: tilawah (membacakan ayat-ayat Allah), ta'lim al-kitab (mengajarkan Al-Qur'an), ta'lim al-hikmah (mengajarkan hikmah), dan tazkiyah (mensucikan jiwa). Dari empat dimensi ini, ditemukan dua belas karakteristik pendidik Al-Qur'an yang ideal: (1) Ahlul Qur'an, (2) Rabbani, (3) Ikhlas, (4) Menguasai tajwid dan qira'at, (5) Berakhlak mulia, (6) Sabar, (7) Tawadhu', (8) Memahami psikologi peserta didik, (9) Zuhud, (10) Istiqamah, (11) Memiliki sanad keilmuan, dan (12) Menjadi murabbi. Kesimpulan: Pendidik Al-Qur'an yang ideal adalah sosok yang mengintegrasikan kompetensi spiritual, intelektual, pedagogis, dan moral secara holistik, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai mu'allim, murabbi, dan muzakki sekaligus.