Krisis moneter nasional tahun 1998 memberikan dampak kelumpuhan yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, termasuk menyasar masyarakat pedesaan yang rentan. Desa Popodu di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, merupakan potret nyata komunitas pedesaan dengan karakteristik agraris dan maritim yang harus berhadapan dengan hantaman tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Desa Popodu pasca-krisis serta memetakan proses adaptasi ekonomi dari pola tradisional menuju pemanfaatan teknologi digital. Metode: Penelitian ini menggunakan metode sejarah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka (literatur relevan) dan wawancara semi-terstruktur dengan para pelaku ekonomi lokal (petani, nelayan, dan pedagang) di Desa Popodu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa awal pasca-krisis, masyarakat Desa Popodu membangun ketahanan ekonomi lewat optimalisasi sektor mata pencaharian tradisional, dengan dominasi peralihan ke sektor perdagangan lokal akibat hambatan geografis wilayah maritim. Memasuki era modern, lanskap ekonomi desa bertransformasi melalui akselerasi digital. Pelaku usaha mulai mengadopsi peralatan modern, memanfaatkan media sosial sebagai media distribusi eksternal, hingga menerapkan teknologi keuangan (FinTech/payment gateway) untuk efisiensi transaksi. Kesimpulan: Meskipun pemerataan teknologi masih menghadapi kendala aksesibilitas infrastruktur lokal, transformasi ekonomi dari pola tradisional ke digital ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas adaptasi ekonomi desa terhadap guncangan makroekonomi di masa depan.
Copyrights © 2026