Pandemi COVID-19 menimbulkan perubahan besar dalam perekonomian dunia, termasuk pada pasar valuta asing dan sistem nilai tukar di Indonesia. Meningkatnya ketidakpastian ekonomi, terganggunya perdagangan internasional, serta perubahan aliran modal memberikan tekanan terhadap stabilitas mata uang, khususnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap pasar valuta asing dan sistem nilai tukar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang selama masa krisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan publikasi yang berkaitan dengan ekonomi internasional serta kebijakan moneter. Data tersebut dianalisis secara deskriptif melalui pengelompokan dan perbandingan hasil penelitian untuk memperoleh pemahaman mengenai perubahan nilai tukar selama pandemi. Hasil kajian menunjukkan bahwa gejolak pasar valuta asing tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik, tetapi juga oleh meningkatnya permintaan dolar Amerika Serikat, perubahan perilaku investor, ketidakpastian pasar global, dan kebijakan moneter negara maju. Pada awal pandemi, tekanan terhadap mata uang negara berkembang meningkat seiring dengan perpindahan investor menuju aset yang dianggap lebih aman. Selanjutnya, kebijakan penyediaan likuiditas dan intervensi pasar membantu meredakan sebagian tekanan tersebut. Dalam konteks Indonesia, Bank Indonesia melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah. Kajian ini menegaskan bahwa ketahanan sistem nilai tukar memerlukan pengelolaan cadangan devisa, kebijakan moneter yang tepat, serta koordinasi antarlembaga. Dengan demikian, pemahaman terhadap faktor global menjadi penting dalam merumuskan kebijakan untuk menghadapi gejolak keuangan pada masa mendatang.
Copyrights © 2026