Pembangunan stadion di Lapangan Merah, Desa Natar, membutuhkan pasokan air bersih yang berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra (pemerintah desa setempat) adalah tidak adanya informasi ilmiah mengenai kedalaman dan letak zona air tanah (akuifer), sehingga pengeboran air berisiko gagal. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan yang mengandung air tanah menggunakan metode geolistrik resistivitas guna memberikan rekomendasi titik pengeboran yang tepat. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat melalui tahapan sosialisasi, akuisisi data, pengolahan data, hingga penyampaian rekomendasi. Pengukuran dilakukan dengan menancapkan elektroda untuk mengalirkan arus listrik dan mengukur respons bumi. Hasil pengolahan menunjukkan tiga lapisan utama: lapisan topsoil (30–90 Ohm.m, 0–1 m), lapisan tuf padu (>90 Ohm.m, 1–8 m), dan lapisan batupasir tufan (<30 Ohm.m, >8 m). Zona potensial akuifer berada pada batupasir tufan. Melalui kegiatan ini, desa mendapatkan rekomendasi ilmiah yang meningkatkan efisiensi rencana pengeboran sumur dan menekan risiko kerugian ekonomi akibat pengeboran yang tidak terencana.
Copyrights © 2026