Perkawinan anak menimbulkan resiko seperti gangguan mental seperti depresi dan trauma psikologis karena usia anak belum mampu mengelola emosi dan memutuskan sesuatu dengan baik. Dampak perkawinan anak dalam segi medis dapat menyebabkan terjadinya stunting. Stunting ini terjadi karena pasangan suami istri yang masih muda belum siap secara psikologis, organ reproduksi, gizi buruk selama kehamilan. Sangat besar dampak perkawinan anak terhadap semua aspek kehidupan. Oleh karena itu, edukasi & konseling klasikal mengenai perkawinan anak sangatlah diperlukan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini mencakup psikoedukasi dan roleplay menjadi konselor sebaya secara online dengan peserta berjumlah 30 orang. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan nilai pre-test rata-rata peserta adalah 49% meningkat menjadi 51% pada post-test.
Copyrights © 2026