Keterbatasan bahan ajar yang menghubungkan konsep IPAS dengan budaya lokal menjadi kendala guru dalam menerapkan culturally responsive teaching (CRT). Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendiseminasikan Buku Ajar NAPANDE berbasis budaya Sulawesi Tengah serta mendukung kesiapan guru menggunakannya dalam pembelajaran IPAS Fase B. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 dan 6 Agustus 2026 di SD Inpres 1 Tatura, Kota Palu, dengan melibatkan 15 guru. Pendekatan andragogi diterapkan melalui pemaparan materi, diskusi, berbagi pengalaman, dan praktik penggunaan buku yang diakses melalui kode pindai. Evaluasi menggunakan kuesioner setelah kegiatan dan umpan balik peserta yang dianalisis secara deskriptif. Tujuh aspek evaluasi memperoleh skor 85,33–92,00% dan seluruhnya berkategori sangat baik. Manfaat buku memperoleh skor tertinggi, yaitu 92,00%, sedangkan kemudahan penggunaan terendah, yaitu 85,33%. Guru mengusulkan penambahan arti dan panduan pelafalan istilah daerah serta pengembangan buku untuk Fase C. Hasilnya menunjukkan bahwa Buku Ajar NAPANDE memperoleh respon positif, memudahkan guru menerapkan CRT, dan membantu menyampaikan materi IPAS secara lebih kontekstual.
Copyrights © 2026