Tujuan - Penelitian ini bertujuan menganalisis minat baca dan kebiasaan membaca mandiri siswa, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan aktivitas membaca, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode - Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada 13 siswa kelas VIII SMP Swasta Kristen Tomosa 2, Kabupaten Nias, dengan guru Bahasa Indonesia sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket minat baca yang terdiri atas 40 pernyataan, dan dokumentasi. Data kualitatif dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan data angket dianalisis menggunakan persentase deskriptif. Temuan dari ketiga sumber data utama diintegrasikan untuk mengidentifikasi kesesuaian dan perbedaan antarinstrumen. Hasil - Rata-rata capaian tujuh indikator minat baca sebesar 65,58% dan tergolong kategori tinggi. Indikator membaca dan tujuan hidup memperoleh capaian tertinggi (71,79%), sedangkan kesadaran akan manfaat membaca terendah (59,08%). Meskipun demikian, observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa belum konsisten membaca secara mandiri dan masih bergantung pada arahan guru. Ketertarikan terhadap bacaan rekreatif, kebiasaan membaca, keterbatasan koleksi buku, dan pemanfaatan fasilitas literasi menjadi aspek yang menonjol dalam temuan penelitian. Kebaruan - Penelitian mengidentifikasi kesenjangan deskriptif antara kecenderungan minat baca yang positif dan perilaku membaca mandiri melalui integrasi data angket, observasi, dan wawancara. Signifikansi - Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu mengembangkan pembiasaan membaca mandiri, menyediakan bahan bacaan sesuai minat siswa, serta mengoptimalkan sumber literasi sekolah.
Copyrights © 2026