Augmented reality (AR) semakin banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung penguasaan keterampilan praktik di pendidikan vokasi, tetapi pemetaan menyeluruh atas tren penerapannya pada periode pascapandemi belum tersedia. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi, konteks, bidang keahlian, teknologi, metode, dan celah riset penerapan AR pada pendidikan vokasi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan cakupan TVET menurut UNESCO. Penelusuran dilakukan pada ScienceDirect dan melalui metode lain untuk publikasi tahun 2021–2025, sehingga diperoleh 30 studi dari 32 laporan. Hasil menunjukkan bahwa 73,3% studi terbit pada 2023–2025, dan Asia Tenggara menyumbang 50% korpus dengan Indonesia sebagai kontributor terbanyak (36,7%). Sekolah menengah vokasi merupakan konteks dominan (46,7%). Perangkat genggam digunakan pada 76,7% studi, sedangkan head-mounted display hanya pada 20,0% studi. Eksperimen dan kuasi-eksperimen merupakan desain terbanyak (43,3%), tetapi 63,6% studi Indonesia berupa penelitian pengembangan. Sebanyak 83,3% studi melaporkan hasil positif, namun studi dengan desain lebih ketat menunjukkan hasil yang tidak signifikan atau campuran. Kajian ini merumuskan tujuh celah riset, antara lain lemahnya desain penelitian, minimnya pengukuran keterampilan praktik, dan belum tersentuhnya konteks politeknik serta bidang nonteknik di Indonesia.
Copyrights © 2026