Fenomena anak yang kehilangan figur sosok ayah baik karena, kematian, perceraian, atau ketidak hadiran semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengasuhan kakek dan nenek pada anak fatherless akibat perceraian serta dampaknya terhadap perkembangan emosional, sosial, akademik, dan kemandirian anak. Penelitian dilakukan di dua wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara dengan melinatkan dua anak fatherless dan kakek nenek sebagai pengasuh utama. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak berusia 5- 7 tahun dan tinggal bersama kakek dan nenek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pengasuh memberikan afeksi yang kuat, tetapi berbeda dalam konsistensi penerapan aturan. Responden A menerapkan pola asuh yang lebih terstruktur, sedangkan responden B cenderung permisif- protektif. Perbedaan ini berdampak pada regulasi emosi, fokus belajar, serta kemampuan kontrol diri anak. Temuan ini menunjukkan bahwa, ketiadaan figur ayah berpengasuh terhadap motivasi belajar dan kestabilan emosi anak, sehingga diperlukan penguatan pengasuhan melalui komunikasi yang efektif, batasan perilaku yang konsisten, dan pembiasaan nilai moral.
Copyrights © 2026