Pengembangan Desa Wisata Apar, Kota Pariaman, masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kualitas pelayanan wisata, kemampuan pemasaran destinasi, serta pengelolaan potensi lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas Pokdarwis dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya Desa Wisata Apar sebagai destinasi unggulan dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan community empowerment melalui tahapan sosialisasi dan konsolidasi program, pelatihan, pendampingan dan evaluasi, serta strategi keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–September 2026 dengan melibatkan 25 peserta pada setiap kegiatan. Program meliputi pelatihan service excellence bagi pelaku usaha kuliner di Pantai Apar, destination branding, dan kegiatan konservasi penyu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pelayanan wisata yang ramah dan responsif, penguatan pemahaman mengenai identitas dan potensi lokal sebagai dasar destination branding, serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya konservasi penyu dan lingkungan pesisir. Integrasi ketiga kegiatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas, memperkuat identitas destinasi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan, monitoring, dan kolaborasi multipihak secara berkelanjutan
Copyrights © 2026