Rendahnya literasi numerasi siswa sekolah dasar, belum optimalnya penerapan pembelajaran inklusif, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi pembelajaran menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Kondisi tersebut juga ditemukan pada Komunitas Belajar “Semar” di SD Sonosewu, Kabupaten Bantul. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa guru masih memerlukan pendampingan dalam mengembangkan pembelajaran inklusif, memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP), serta mengintegrasikan pendidikan karakter dan kearifan lokal dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui pendampingan implementasi model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada pembelajaran inklusif berbantuan IFP untuk mendukung penguatan literasi numerasi siswa. Kegiatan melibatkan 17 guru anggota Komunitas Belajar “Semar” melalui empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan dan implementasi pembelajaran, serta evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, telaah perangkat pembelajaran, observasi praktik pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Pendampingan mencakup pelatihan pemanfaatan IFP, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, pembelajaran inklusif, literasi numerasi, serta penyusunan dan implementasi perangkat pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pada kompetensi guru dan praktik pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya kemampuan memanfaatkan IFP, mengintegrasikan kearifan lokal dan pendidikan karakter, serta merancang pembelajaran yang lebih inklusif dan kontekstual. Kegiatan juga menghasilkan perangkat pembelajaran dan luaran pendukung berupa modul, artikel ilmiah, video, publikasi media massa, dan Hak Cipta. Dengan demikian, pendampingan berbasis integrasi teknologi, kearifan lokal, pendidikan karakter, dan pembelajaran inklusif berpotensi mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan literasi numerasi siswa.
Copyrights © 2027