Abstrak: Indonesia dan Malaysia merupakan negara multietnik dan multikultural yang menghadapi tantangan utama dalam pembentukan karakter nasional dan integrasi sosial warganegara. Kedua negara mengembangkan konsep pendidikan kewarganegaraan untuk menyatukan keragaman serta mendorong sistem demokrasi. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara, dokumen kurikulum, dan studi kepustakaan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber serta teknik, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan studi menunjukkan bahwa implementasi pendidikan kewarganegaraan di kedua negara memiliki perbedaan sesuai dinamika dan sejarah masing-masing. Meski demikian, praktik pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dan Malaysia sama-sama diarahkan untuk membentuk identitas bersama, menumbuhkan nasionalisme, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan. Habitus demokrasi yang terus berkembang menjadi indikator penting kualitas penyelenggaraan negara dan budaya kewarganegaraan yang maju.
Copyrights © 2026