This study aims to analyze the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in motivating students to enjoy reading the Qur'an using the Iqro' method at SD Negeri 196 Palembang. The research is motivated by the phenomenon of students' low interest and ability in reading the Qur'an, necessitating effective and sustainable learning strategies from PAI teachers. Using a qualitative descriptive approach with a phenomenological design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving PAI teachers, principals, students, and parents. The findings reveal three main results. First, six strategies are implemented: habituation of reading Iqro' every morning, providing rewards (praise, stickers, small gifts), peer tutoring, integrating Iqro' with religious activities (tadarus, congregational prayers), using varied learning media (letter cards, audio recordings), and establishing collaboration with parents. Second, supporting factors include teacher competence, a religious school environment, parental involvement, and religious habituation programs. Third, inhibiting factors include limited facilities, limited learning time, students' varying abilities, lack of parental support, and unsupportive social environment. This study implies that a combination of consistent habituation, reward systems, peer tutoring, and parental collaboration is an effective strategy for building students' motivation to read the Qur'an in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memotivasi siswa agar gemar membaca Al-Qur'an melalui metode Iqro' di SD Negeri 196 Palembang. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam membaca Al-Qur'an. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru PAI, kepala sekolah, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama. Pertama, terdapat enam strategi yang diterapkan guru PAI: pembiasaan membaca Iqro' setiap pagi, pemberian penghargaan (pujian, stiker, hadiah), tutor sebaya, integrasi dengan kegiatan keagamaan sekolah, penggunaan media pembelajaran variatif, serta kerja sama dengan orang tua. Kedua, faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan sekolah religius, peran orang tua, dan program pembiasaan religius. Ketiga, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, waktu terbatas, perbedaan kemampuan siswa, kurangnya dukungan orang tua, dan lingkungan sosial kurang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pembiasaan konsisten, pemberian reward, tutor sebaya, dan kolaborasi orang tua merupakan strategi efektif membangun motivasi membaca Al-Qur'an siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2026