Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen kemandirian bagi konseli disabilitas penglihatan, yang merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Kemandirian tidak hanya mencakup kemampuan fisik, tetapi juga aspek emosional, perilaku, dan nilai. Penyandang disabilitas penglihatan menghadapi tantangan unik yang mempengaruhi kemandirian, seperti keterbatasan akses informasi dan hambatan mobilitas. Oleh karena itu, instrumen yang valid diperlukan untuk mengukur tingkat kemandirian penyandang disabilitas penglihatan secara akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang disederhanakan dari Borg dan Gall. Proses pengembangan meliputi studi literatur, penyusunan instrumen, validasi oleh ahli, dan revisi berdasarkan masukan. Tiga aspek kemandirian yang diukur adalah kemandirian emosi, perilaku, dan nilai. Validitas isi instrumen diuji menggunakan Aiken’s V, dengan hasil menunjukkan nilai yang baik, berkisar antara 0,667 hingga 1,000. Hasil penelitian secara umum dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemandirian disabilitas penglihatan. Secara khusus, hasil dari pengembangan instrumen ini juga diharapkan mampu menjadi alat ukur asesmen bagi konselor supaya lebih efektif dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, serta membantu konseli mencapai kemandirian yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025