Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

MENGEFEKTIFKAN PERAN KELUARGA DALAM MENDlDlK ANAK Suparlan Suparlan; Mami Hajaroh
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1994,TH.XIV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9119

Abstract

Perkembangan dan perubahan sosio kul tural secaratidak langsung mempengaruhi perkembangan dan pendidikananak. Di satu sisi anak dituntut untuk rnenyesuaikan dengankemajuan Hmu pengetahuan dan teknologi serta padasisi lainanak harus berbenturan dengan aneka ragam nilai budayayang satu sarna lain berbeda. Kondisi ini secara bersamamenghantam anak yang pada hakikatnya mereka sedang mencari!igur yang akan dijadikan sebagai falsafah hidup mereka.SehinggaJ tak ayal lagi semua itu mernbawa dampak negatifterhadap pembentukan diri anak dan mempersulit keluargadalarn menjalankan kewajibannya mendidik anak.Namun dernikian, menyalahkan keluarga atas keterbelakangan,kenakalan dan kesesatan anak bukanlah merupakanpenyelesaian. Sikap yang lebih positif adalah menyiapkan kemampuankeluarga agar dapat mendidik secara efektif.Sebagai lembaga informal keluarga perlu dibina agar dapatmenciptakan keharmonisanJ memahami kependidikan, mampuberkomunikasi, menyampaikan p~san dengan b1aik dan marnpumengatasi konflik orang tua-anak.
PENGEMBANGAN EVALUASI AFEKTIF MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MAMI HAJAROH
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.2 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10735.125 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i2.4979

Abstract

Abstract The aims of this research is to develop an affective evaluation models and to produce its evaluation instrument in the course of Education on Islam religion for students of D-II Elementary School Teachers Education so that there will be a qualified standard of non-test instrument. This research is a development research study with population consisting of students of D-II elementary School Teachers Education of Yogyakarta State University of 2004/2005 academic year who took the course on education of Islam religion. The sample was selected purposively involving classes N.15 and D.15 class. The development research followed the research steps: 1) Preparation; 2) Construction of an affective evaluation; 3) Models try out; 4) Model analysis; 5) Evaluation and reflection. Analyze data involve the use of statistic parametric with factor analysis. The data analysis employing the SPSS Program shows that, from 50 items in the effective evaluation instrument on education of Islam religion, 8 items are invalid because their F value are smaller than 0.3 and 4 items are invalid because F values are negative. From the eigenvalue with F values greater than 1 as F values that can be used as a factor of a traits,the affective evaluation instrument for Education of islam comprised 28 faktors with a cumulative percentage 90.27%. from the statistical figure, it can be conclude that the affective evaluation instrument for Education instrument for Education of Islam religion can be used as an affective evaluation instrument. The Cronbach alpha reliability coefficient is 0.7. therefore, this instrument is reliable enough to measure an affective aspect in Education of islam. Keywords: evaluation, affective, education of Islam religion
EVALUATING THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION PROGRAM IN UNIVERSITY Marzuki Marzuki; Darmiyati Zuchdi; Mami Hajaroh; Nurul Imtihan; Wellyana Wellyana
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.267 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.25058

Abstract

EVALUASI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGIAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program pendidikan karakter di perguruan tinggi, terutama bagi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi. Penelitian ini melibatkan responden berjumlah 129 mahasiswa UNY yang diambil secara acak. Data dikumpulkan dengan angket dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum implementasi pendidikan karakter sudah berjalan dengan sangat baik dan sudah berhasil sesuai dengan yang direncanakan, meskipun masih ada yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Implementasi nilai-nilai karakter bagi mahasiswa yang termuat dalam visi secara umum sudah berhasil dengan sangat baik, meskipun ada beberapa capaian aspek karakter yang kurang baik. Keberhasilan implementasi pendidikan karakter karena dukungan sarana dan prasarana yang ada. Namun demikian, masih ada beberapa hambatan dalam implementasi pendidikan karakter di antaranya banyaknya jumlah mahasiswa dari berbagai latar belakang yang berbeda, belum adanya komitmen yang sama tentang pendidikan karakter dari warga dan belum adanya peraturan yang tegas serta dana khusus yang cukup untuk mengawal implementasi pendidikan karakter.AbstractThis study was aimed at evaluating the implementation of character education program at the university level, especially for the students. This study was categorized as evaluation research. This study was conducted at Yogyakarta State University (YSU) with the respondents of 129 students which was chosen using random sampling technique. The data were collected using questionnaire and analyzed using quantitative descriptive method. The results show that in general the implementation of character education at the university level had been going very well and had been successful as planned, although there were still things that needed to be improved in quality. Implementation of character values for students contained in the vision of YSU in general has been very successful. There are some achievements of character aspects that are not good. The successful implementation of character education at YSU is due to the support of existing facilities and infrastructure. However, there are still some obstacles in the implementation of character education at YSU, including a large number of students from different backgrounds, the absence of the same commitment about character education from YSU residents, and the absence of strict regulations and insufficient funds to oversee the implementation of character education at YSU.
DIFUSI MODEL PERUMUSAN KEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI KAWASAN PESISIR WISATA Mami Hajaroh; Lusila Andriani Purwastuti; Rukiyati Rukiyati; Bambang Saptono
Jurnal Kependidikan Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v4i2.27238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hasil difusi model dan mengukur kriteria model  sebagai inovasi. Penelitian ini adalah penelitian difusi, model perumusan kebijakan sekolah  ramah anak di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan mixed qualitrative-quantitative method. Partisipan penelitian ini 10 Sekolah Dasar, total 53 orang.Data dikumpulkan melalui wawancara, kuisioner, dokumen, dan diskusi terfokus. Teknik analisis data statistic deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  model perumusan kebijakan sekolah ramah anak  memenuhi  kriteria  bagus  sebagai  inonasi  karena  sesuai  dengan  lima  kriteria  inovasi  yakni  keunggulan relatif  (relative advantage), kompatibilitas (compatibility),kerumitan  (complexity), kemampuan  diujicobakan (trialability), dan kemampuan diamati (observability). Hasil difusi juga menunjukkan bahwa sekolah mengadopsi model analisis perumusan kebijakan pendidikan sebagai inovasi. Model ini  efektif untuk diterapkan di  sekolah untuk menginterpretasi kebijakan dari tingkat makro dan meso ke dalam kebijakan mikro (satuan Pendidikan). Keefektifan tercapai karena adanya kolaborasi yang sinergis antara Tri Pusat Pendidikan (sekolah, masyarakat, dan keluarga) pada  tahap intepretasi kebijakan dan program, serta pada tahap pengorganisian dan aplikasi kebijakan  sekolah ramah anak.THE DIFFUSION OF CHILD-FRIENDLY SCHOOL POLICY FORMULATION MODELS AT THE EDUCATION UNIT LEVELThis study aimed to reveal the results of the diffusion models and measure the criteria of the models as an innovation. This study is diffusion research, a model for formulating child-friendly school policies at the education unit level. This study used a mixed qualitative-quantitative method. The participants of this study were 10 elementary schools, a total of 53 people. The data were collected through interviews, questionnaires, documents, and focused discussions. The data analysis techniques were descriptive statistics and qualitative analysis. The results show that the model for formulating child-friendly school policies met the good criteria as an innovation since it complied with five innovation criteria, namely relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The results of the diffusion also show that schools adopt an analytical model of education policy as an innovation. This model is effective to be applied in schools to interpret policies from the macro and meso levels into micro policies (Education units). Effectiveness is achieved due to synergistic collaboration between the Three Education Centers (schools, communities, and families) at the policy and program interpretation stage, as well as at the stage of organizing and applying child-friendly school policies.
Sikap dan Perilaku Keagamaan Mahasiswa Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta Mami Hajaroh
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2107

Abstract

Penelitian eks post facto ini bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran perilaku keagamaan, sikap keagamaan, pengetahuan keaga­maan, pendidikan dalam keluarga, dan Hngkimgan kampus mahasiswa; 2) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus. dan pengetahuan keagamaan terhadap sikap keagamaan mahasiswa; 3) efek langsung dari pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan dan sikap keagamaan terhadap perilaku keagamaan mahasiswa; 4) efek tidak langsung dari pendidik­an dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengetahuan keagamaan terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan mahasiswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Daerah Isti-mewa Yogyakarta, menurut kategori perguruan tinggi, dengan jumlali sampel sebanyak 382 orang. Pengambilan sampel dengan mengguna­kan teknik multi stage random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner, yang meliputi lima perangkat instnimen yaitu instnimen tentang pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap keagamaan, dan perilaku keagamaan. Uji validitas dan reliabilitas instnimen menggunakan analisis faktor. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif, analisis regresi, dan anali­sis jalur (path analisis). Uji keberartian koefisien jalur menggunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskripsi menunjukkan gambaran bahwa pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, pengetahuan keagamaan, sikap dan perilaku keagamaan mahasiswa pada kategori cukup/sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat efek yang positif terhadap: 1) sikap keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 2) sikap keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 3) sikap keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 4) perilaku keagamaan oleh variabel pendidikan dalam keluarga; 5) perilaku keagamaan oleh variabel lingkungan kampus; 6) perilaku keagamaan oleh variabel pengetahuan keagamaan; 7) perilaku keagamaan oleh variabel sikap keagamaan; dan 8) pendidikan dalam keluarga, lingkungan kampus, dan pengeta­huan keagamaan, mempunyai efek secara tidak langsung terhadap perilaku keagamaan melalui sikap keagamaan.
ADOPSI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM ORGANISASI FATAYAT Mami Hajaroh
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 1: APRIL 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.032 KB) | DOI: 10.21831/hum.v21i1.13107

Abstract

Penel itian i ni bertujuan untuk menemukan faktor-faktor penentu dal am adopsi pengarusutamaan gender/PUG dan mengidenti ikasi proses inovasi PUG di organisasi Fatayat DIY. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian adalah anggota Fatayat DIY, sumber informasi ditentukan dengan snow ball sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik in depth interview. Data dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pengarusutamaan gender di Fatayat DIY ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi: PUG merupakan hal baru yang dibutuhkan Fatayat; PUG relevan dengan nilai-nilai dan norma agama; dan karakteristik terbuka pada pemimpin opini dalam organisasi; dan struktur organisasi Fatayat DIY. Faktor eksternal meliputi: restu dari Nahdlatul Ulama sebagai organisasi induk; gencarnya gerakan gender dari gerakan global; dan dukungan dana dari luar negeri. Proses inovasi kebijakan PUG dalam organisasi meliputi tahap melakukan setting agenda, penyesuaian, mende inisikan kembali, mengklari ikasi, dan merutinkan
PERBEDAAN PERAN GENDER DALAM PERSEPSI PEMUKA AGAMA Mami Hajaroh
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 7, No 1: April 2002
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.414 KB) | DOI: 10.21831/hum.v7i1.7350

Abstract

Abstract This is a survey research to reveal the perception of Islamic scholars toward the difference of gender role in Bantul Regency Yogyakarta Special Distric (DIY). The research sample is taken by using cluster samping. The area of Bantul Regency is divided into two classes i.e. the area border is determined proportionally. The data was collected using questionnaires and was analyzed with the aids of descriptive statistics cross break table. The research finding proved the tendency of the most Islamic Scholar to percept that the gender role difference in Islam does not subordinate women. It is shown by their perception about women position, the doctrine of testimony, inheritance, as well as trusteeship. Yet, there is still tending to percept women to be easier to be means to lead to ward the wrong path. The higher one’s educational level the smaller tendency to percept women in to subordinate position. Keywords: gender, perception
FAMILY’S COMMUNICATION PATTERN IN PREVENTING STUDENTS’ VIOLENCE IN YOGYAKARTA Chatia Hastasari; Suranto Aw; Mami Hajaroh
Informasi Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.602 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i2.22389

Abstract

This investigates the family’s communication pattern to avoid senior high school student violence in Yogyakarta. This study employs a qualitative method taking a sample of ten people consist of students’ parents (SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, and SMA Tamansiswa Yogyakarta); teachers and society figure. The results are (1) Communication pattern which is used effectively to avoid students’ violence is one way communication. In this situation parents can give advice and become a role model for their children; and (2) Communication patterns which are used innefectively to avoid students’ violence are interaction and transaction communication. It is because parents’ knowledge about the importance of interaction communication in character education is very low and the transaction communication among parents-children-third party tends to not intensive.POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENCEGAH KENAKALAN PELAJAR SMA DI KOTA YOGYAKARTATujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga dalam mencegah kenakalan pelajar SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan 10 narasumber yang mencakup wali siswa (SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, dan SMA Tamansiswa Yogyakarta); wali kelas dan tokoh masyarakat. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disebutkan bahwa (1) Pola komunikasi keluarga yang digunakan secara efektif sebagai upaya untuk mencegah kenakalan pelajar dalam penelitian ini adalah komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah dimana orang tua memberikan nasihat atau memberikan contoh secara langsung melalui perbuatan; dan (2) Pola komunikasi keluarga yang masih belum dapat dilakukan secara efektif untuk mencegah kenakalan pelajar adalah komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi banyak arah. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan orang tua mengenai pentingnya komunikasi dua arah dalam proses penanaman pendidikan karakter seorang anak dan juga karena komunikasi banyak arah yang terjalin antara orang tua-anak-pihak ketiga cenderung tidak intens.  
THE DIFFUSION OF VALUE EDUCATION MODEL IN EARLY CHILDHOOD THROUGH TRADITIONAL SONGS AND GAMES Mami Hajaroh; Rukiyati Rukiyati; Joko Pamungkas
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.508 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.21385

Abstract

This study was aimed at diffusing the value education model through traditional songs and games for kindergarten teachers in Yogyakarta. This model is an early childhood learning innovation for value education. Diffusion research is a study to disseminate models to teachers; therefore the research subjects were kindergarten teachers. The subject of this study in Kindergarten Schools in DIY included 15 kindergarten schools in Bantul, Sleman, Kulonprogo, Bantul and Yogyakarta city regencies involving 32 teachers. The data were gathered using focus group discussions and questionnaires. The data then analyzed using mixed descriptive qualitative and quantitative methods. This study proves that the model of value education in early childhood through traditional songs and games has five characteristics as innovations which have the advantages of relative, compatibility, complexity, can be tested and can be observed. In addition, in the process of disseminating to the teacher through five stages of diffusion, namely: knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. Teachers also tend to use traditional songs and games to inculcate religious values which are the school's peculiarities.DIFUSI MODEL PENDIDIKAN NILAI PADA ANAK USIA DINI MELALUI LAGU DAN PERMAINAN TRADISIONALPenelitian ini bertujuan untuk mendifusikan model pendidikan nilai melalui lagu dan permainan (dolanan) tradisional pada guru taman kanak-kanak ‘Aisyiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Model ini merupakan inovasi pembelajaran anak usia dini untuk pendidikan nilai. Penelitian difusi merupakan penelitian untuk menyebarluaskan model kepada para guru; oleh karena itu subyek penelitian adalah guru taman kanak-kanak. Subjek penelitian ini di Sekolah Taman Kanak-kanak di DIY meliputi 15 sekolah Taman-Kanak-kanak di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Kota Yogyakarta melibatkan 32 orang guru. Pengumpulan data menggunakan focus group discussion dan kuisioner. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini membuktikan bahwa model pendidikan nilai pada anak usia dini melalui lagu dan dolanan memiliki lima karakterisik sebagai inovasi yakni memiliki keunggulan relative, kompatibilitas, kompleksitas, dapat diujicoba dan dapat diamati. Selain itu dalam proses penyebarluasan kepada guru melewati lima tahap difusi yakni: pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Guru juga cenderung menggunakan lagu dan permainan tradisional untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan yang merupakan kekhasan sekolah.
SIKAP KEAGAMAAN MAHASISWA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Mami Hajaroh
Jurnal Kependidikan Vol. 29, No.1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7617.35 KB) | DOI: 10.21831/jk.v29i1.7273

Abstract

Abstract The purposes of this study were to describe college students’ religious attitudes and the effect of family education, campus environment, and students’ religious knowledge on their religious attitudes. The population of this study was all college categories with a sample of 382 students. The multi stage random sampling was used for the sampling. The data were collected using a pretested questionnaire. The factor analysis is used for testing the instrument validity, and Alpha Cronbath analysis is used for reliability. The data analysis was performed using a descriptive statistical technique and analysis of regression. The descriptive analysis result shows that students’ religious attitudes were in the medium category. There is a positive effect of family education, campus environment, and religious knowledge on the religious attitudes. The largest effect is of religious knowledge, and then followed by family education, and the smallest effect was that of campus environment. Keywords: religious attitude; college student