This study was motivated by the low learning outcomes of fifth-grade students in Pancasila Education at UPTD SD Negeri No. 071081 Lolozirugi. Based on the initial data, only 5 out of 15 students (33.3%) achieved the Minimum Competency Criterion (KKM), while 10 students (66.7%) did not meet the criterion. This study aimed to describe the implementation of the Make A Match cooperative learning model in Pancasila Education and to analyze the improvement in students’ cognitive learning outcomes following its implementation. This study employed Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 15 fifth-grade students. Data were collected through observation, learning outcome tests, and documentation. The research instruments consisted of teacher/researcher activity observation sheets, student activity observation sheets, and cognitive learning outcome tests. The results showed that the implementation of the Make A Match model improved both teacher and student activities as well as students’ learning outcomes. Teacher/researcher activity increased from 57.69% in Cycle I to 85.57% in Cycle II, while student activity increased from 58.32% to 87.70%. The average learning outcome increased from 66.33 in Cycle I to 81.60 in Cycle II. Classical mastery also increased from 46.66% to 86.66%. Therefore, the implementation of the Make A Match cooperative learning model can improve students’ cognitive learning outcomes in Pancasila Education and achieve the predetermined success indicator, namely at least 85% of students achieving the KKM score of 70. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V UPTD SD Negeri No. 071081 Lolozirugi. Berdasarkan data awal, dari 15 peserta didik hanya 5 peserta didik (33,3%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 10 peserta didik (66,7%) belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan menganalisis peningkatan hasil belajar aspek kognitif peserta didik setelah diterapkannya model tersebut. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Instrumen penelitian terdiri atas lembar observasi aktivitas guru/peneliti, lembar observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar aspek kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Aktivitas guru/peneliti meningkat dari 57,69% pada siklus I menjadi 85,57% pada siklus II, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari 58,32% menjadi 87,70%. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 66,33 pada siklus I menjadi 81,60 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 46,66% menjadi 86,66%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar aspek kognitif peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 85% peserta didik mencapai KKM 70.
Copyrights © 2026