Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 3 (2026): September

Optimalisasi Lingkungan Pembelajaran Interaktif melalui Gerakan Literasi Anak di Desa Parakanlima

Muhamad Nabil AlFayidh (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)
Siti Muntiasih Marhama (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)
Fikri Pratama (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)
Sulastri Sulastri (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)
Ardan Alfariz (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)
Zulkifli Reza Fahmi (Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)



Article Info

Publish Date
23 Sep 2026

Abstract

Kegiatan literasi anak merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan kemampuan akademik, kreativitas, dan interaksi sosial anak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan lingkungan pembelajaran interaktif melalui Gerakan Literasi Anak di Desa Parakanlima, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif selama empat minggu dengan frekuensi dua kali dalam satu minggu, sehingga terdapat delapan kali pertemuan. Sasaran kegiatan adalah anak-anak mulai dari usia balita hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara berpindah lokasi, yaitu pada minggu pertama di Kampung Cimuncang, minggu kedua dan ketiga di Kampung Kadeper, serta minggu keempat di Kampung Wakapsari. Kegiatan literasi meliputi membaca, menulis, berhitung, menggambar, bermain, menyanyi, bimbingan belajar, dan pendampingan mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan literasi secara rutin, variasi aktivitas pembelajaran, pendampingan langsung, dan perpindahan lokasi dapat menciptakan ruang belajar yang lebih interaktif serta memperluas akses kegiatan literasi bagi anak-anak di beberapa kampung. Program ini juga menjadi alternatif kegiatan pembelajaran berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Parakanlima.

Copyrights © 2026