Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepraktisan Model Pembelajaran LENTERA, yaitu pembelajaran statistika inferensial berbasis etnomatematika dalam skema blended learning, ditinjau dari respons mahasiswa. Kepraktisan merupakan salah satu dari tiga kriteria kualitas produk pembelajaran menurut Nieveen (1999), selain validitas dan keefektifan, yang menunjukkan sejauh mana suatu model pembelajaran dapat dilaksanakan dan diterima oleh penggunanya dalam kondisi nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 16 mahasiswa peserta mata kuliah Statistika Inferensial. Data dikumpulkan melalui angket respons mahasiswa berskala Likert (1-4) yang terdiri atas 20 pernyataan pada lima aspek, yaitu kemudahan penggunaan, kejelasan alur pembelajaran, keterlaksanaan, keterlibatan mahasiswa, dan kebermanfaatan. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase skor pada setiap aspek dan diinterpretasikan menggunakan kriteria kepraktisan dari Akbar (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek berada pada kategori sangat praktis, dengan persentase tertinggi pada aspek kemudahan penggunaan (95,31%) dan terendah pada aspek keterlaksanaan (90,23%). Secara keseluruhan, Model Pembelajaran LENTERA memperoleh persentase kepraktisan sebesar 91,95% dengan kategori sangat praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran LENTERA berbasis etnomatematika dalam skema blended learning memiliki tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan respons mahasiswa, terutama pada aspek kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan.
Copyrights © 2026