PT ANTAM Tbk. UBPN Kolaka melakukan penimbunan bijih nikel pada area stockyard dengan geometri tumpukan yang beragam. Perbedaan geometri tersebut dapat memengaruhi kestabilan lereng dan berpotensi menimbulkan longsoran yang berdampak pada keselamatan kerja serta kegiatan operasional. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap geometri tumpukan untuk mengetahui tingkat kestabilan dan menentukan desain yang lebih optimal. Penelitian dilakukan pada 15 tumpukan Stockyard Domestik Pomalaa (SDP) dan 15 tumpukan Stockyard Transito Pabrik (TRP). Analisis kestabilan lereng menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) melalui pendekatan Bishop dan Fellenius berdasarkan kriteria Faktor Keamanan (FK) ≥ 1,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri aktual tumpukan bijih nikel memiliki variasi tinggi 3,93–21,39 m, sudut lereng depan 14,23°–49,54°, dan sudut lereng belakang 34,18°–87,99°. Sebagian besar tumpukan berada dalam kondisi stabil dengan nilai FK ≥ 1,1. Nilai FK tertinggi diperoleh pada SDP2 sebesar 6,168 menggunakan Bishop dan 6,022 menggunakan Fellenius, sedangkan nilai FK terendah diperoleh pada TRP14 sebesar 1,068 menggunakan Bishop dan 1,057 menggunakan Fellenius.. Bishop menghasilkan nilai FK lebih tinggi dibandingkan Fellenius dengan rata-rata selisih 2,3%. Modifikasi geometri tumpukan meningkatkan kestabilan lereng, dengan desain optimal pada TRP3 yang menghasilkan FK sebesar 1,20.
Copyrights © 2026