Ketepatan waktu dan kelengkapan laporan merupakan indikator penting dalam menilai kinerja Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Di Provinsi Papua Tengah, capaian kedua indikator masih di bawah target nasional sehingga berpotensi menghambat deteksi dini Kejadian Luar Biasa (KLB) dan respons kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pelaksanaan ketepatan waktu dan kelengkapan laporan SKDR pada unit pelapor di Provinsi Papua Tengah Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, meliputi pengelola SKDR tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan unit pelapor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan pelaporan SKDR belum optimal. Faktor yang memengaruhi meliputi kompetensi petugas, beban kerja, sarana, jaringan internet, supervisi, monitoring, koordinasi, komunikasi, dan dukungan pimpinan. Perbaikan memerlukan peningkatan kapasitas, penguatan supervisi, koordinasi, sarana, dan komitmen pimpinan.
Copyrights © 2026