Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh interaksi jenis kapang dan lama fermentasi awal terhadap produksi protein sel tunggal (PST) pada kulit singkong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 2 × 2 dengan empat ulangan, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Faktor A adalah jenis kapang, yaitu Aspergillus niger (A₁) dan Trichoderma viride (A₂), sedangkan faktor B adalah lama fermentasi awal, yaitu 3 hari (B₁) dan 6 hari (B₂). Kulit singkong dari limbah industri keripik diolah menjadi tepung, difermentasi dengan kapang sesuai perlakuan, kemudian difermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae selama 6 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar hidrogen sianida (HCN), total plate count (TPC), biomassa mikroba, dan PST. Data dianalisis menggunakan ANOVA faktorial pada taraf 5% dan 1%, serta uji lanjut Duncan untuk pengaruh yang signifikan. Interaksi jenis kapang dan lama fermentasi sangat nyata terhadap HCN (P<0,01), nyata terhadap biomassa mikroba dan PST (P<0,05), tetapi tidak nyata terhadap TPC (P>0,05). Kadar HCN terendah diperoleh pada A₁B₁ sebesar 0,87 ppm, sedangkan biomassa mikroba dan PST tertinggi diperoleh pada A₁B₂, masing-masing sebesar 2,37 dan 48,48 mg/mL. Jenis kapang dan lama fermentasi masing-masing berpengaruh sangat nyata terhadap TPC (P<0,01). Kombinasi Aspergillus niger dan fermentasi awal 6 hari menghasilkan nilai biomassa mikroba dan PST tertinggi di antara perlakuan yang diuji.
Copyrights © 2026