Kenakalan siswa merupakan masalah sosialpendidikan yang tampak melalui pelanggaran tata tertib, perundungan, pelanggaran sopan santun, dan pergaulan bebas. Fenomena tersebut menegaskan pentingnya penguatan nilai Pendidikan Agama Islam sebagai dasar pelatihan moral dan karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis peran nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pencegahan kenakalan siswa melalui pembelajaran, pelatihan akhlak, kegiatan keagamaan, dan keteladanan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan dengan pendidikan agama Islam, karakter religius, pembinaan moral, dan kenakalan remaja. Data dianalisis secara deskriptif-konseptual melalui pengelompokan tema, interpretasi isi, dan sintesis argumentatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan serta dalam membentuk kesadaran spiritual, moral, dan sosial siswa. Nilai keimanan, akhlak, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan pengendalian diri dapat diinternalisasikan melalui pembelajaran akidah akhlak, pembiasaan ibadah, kegiatan Rohis, ekstrakurikuler keagamaan, serta budaya sekolah keagamaan. Guru Pendidikan Agama Islam juga memiliki posisi penting sebagai teladan dan pembimbing yang mengarahkan siswa menghindari perilaku menyimpang. Dengan demikian, pencegahan kenakalan siswa tidak cukup dilakukan melalui aturan dan sanksi, tetapi perlu diperkuat melalui pembinaan nilai agama yang konsisten, lingkungan sekolah yang religius, serta kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Copyrights © 2026