Sektor pertanian di Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian lokal. Namun, proses pemupukan tanaman yang berjalan selama ini masih dilakukan secara manual atau konvensional, sehingga memerlukan alokasi waktu, tenaga kerja, dan ketelitian yang cukup besar. Kondisi tersebut melatarbelakangi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna yang berjudul “Efisiensi Kinerja Petani melalui Inovasi Alat Penabur Pupuk di Desa Polagan Pamekasan”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan, melatih, serta mengaplikasikan alat penabur pupuk guna meminimalkan beban kerja fisik petani dan mengoptimalkan efisiensi waktu pemupukan di lahan pertanian aktif. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan kelompok tani sasaran sebagai subjek aktif melalui siklus terencana. Tahapan pelaksanaan program meliputi: (1) persiapan dan identifikasi masalah, (2) pelaksanaan aksi (sosialisasi, demonstrasi plot/demplot, pelatihan operasional, dan distribusi unit alat), (3) pendampingan berkala serta evaluasi partisipatif, dan (4) formulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) perawatan guna menjamin keberlanjutan teknologi. Program ini dilaksanakan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan penuh pada tahun akademik 2025/2026.Hasil pelaksanaan program menunjukkan capaian yang signifikan, ditandai dengan terlaksananya sosialisasi intensif dan peningkatan pemahaman mekanis bagi para petani mengenai efisiensi sebaran dosis hara tanah. Melalui pelatihan praktik mandiri, petani berhasil menguasai teknik pengoperasian alat, pengisian bahan, hingga langkah pemeliharaan instrumen pasca-penggunaan. Berdasarkan indikator evaluasi di lapangan, pengaplikasian alat penabur pupuk ini terbukti mampu memangkas waktu kerja dan menghemat energi fisik petani secara signifikan jika dibandingkan dengan metode manual tradisional. Tantangan yang dihadapi berupa adaptasi awal penggunaan alat dan kondisi permukaan lahan pertanian yang tidak rata dapat diatasi melalui bimbingan teknik (troubleshooting) secara langsung. Keberadaan unit alat penabur pupuk ini menjadi alternatif teknologi sederhana yang fungsional bagi kelompok tani setempat dengan potensi keberlanjutan penggunaan yang tinggi melalui sistem pemakaian bersama secara mandiri.
Copyrights © 2026