Lanal Bandung dan unsur komando di atasnya Lantamal III memiliki keterbatasan satuan kapal patroli yang dapat melakukan deteksi dini, operasi keamanan laut, dan pengumpulan bahan intelijen. Saat ini, hanya Koarmada I yang dapat melakukan operasi keamanan laut dan pertempuran jika terjadi konflik di bagian selatan Jawa Barat. Kondisi ini membuat Lanal Bandung rentan jika tidak dapat beroperasi hingga 12-24 nm sesuai tanggung jawabnya yang berbatasan dengan laut lepas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelanggaran kedaulatan oleh kapal asing di zona tambahan dan laut teritorial wilayah kerja Lanal Bandung serta penerapan strategi pertahanan lautnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan observasi lapangan. Lanal Bandung memiliki kekuatan dalam pembinaan potensi maritim namun kekurangan unsur patroli yang memadai. Ancaman non militer sering muncul, sehingga Lanal Bandung dapat mengoptimalkan potensi dengan membangun komunikasi dengan komunitas nelayan dan Skadron Udara Angkatan Laut 700/PUTA. Kesimpulannya, Lantamal III perlu menambah jumlah dan kemampuan satuan kapal patroli serta UAV untuk memperkuat daya jangkau dan strategi pertahanan menghadapi ancaman di perairan selatan Jawa Barat.
Copyrights © 2024