Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam memperkuat etika dan karakter siswa di era Digital 4.0 dalam konteks pendidikan berbasis pondok pesantren. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang dilakukan di salah satu madrasah dalam lingkungan pesantren di Jawa Timur, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa guru berperan strategis sebagai pendidik, pedoman moral, dan model etika digital. Penguatan karakter diimplementasikan melalui pembiasaan nilai-nilai pesantren seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, dan pengawasan terhadap perilaku digital siswa. Guru juga berfungsi sebagai mediator antara nilai-nilai Islam dan tantangan teknologi dengan mempromosikan literasi digital yang beretika. Suasana keagamaan pesantren yang kuat secara efektif membentuk perilaku moral siswa (akhlakul karimah) sekaligus memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pendidikan karakter tradisional dengan literasi digital untuk membina generasi yang membumi secara moral di era Digital 4.0. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan Islam dalam merumuskan strategi penguatan etika dan karakter di tengah transformasi digital.
Copyrights © 2025