Perilaku self-diagnosis di kalangan siswa SMA semakin marak seiring dengan mudahnya akses informasi kesehatan mental di media sosial tanpa filter yang memadai. Kebiasaan ini dapat memicu kecemasan berlebihan dan keyakinan irasional terhadap kondisi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mereduksi perilaku self-diagnosis siswa SMA Negeri 1 Bungku. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa kelas XI yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas 7 siswa kelompok eksperimen dan 7 siswa kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa angket perilaku self-diagnosis dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi uji normalitas, paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan perilaku self-diagnosis yang signifikan (Sig. 2-tailed = 0,000 < 0,05) dengan nilai N-Gain sebesar 78,49% yang termasuk kategori tinggi. Kelompok kontrol juga mengalami penurunan signifikan (Sig. 0,001 < 0,05), namun besaran perubahannya lebih kecil dibandingkan kelompok eksperimen. Dengan demikian, konseling kelompok REBT terbukti lebih efektif dalam mereduksi perilaku self-diagnosis siswa SMA dibandingkan layanan konseling standar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru bimbingan dan konseling mengintegrasikan teknik REBT secara berkelanjutan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental siswa.
Copyrights © 2026