Kompetensi profesional guru matematika sekolah dasar masih menjadi tantangan, terutama dalam mengemas pembelajaran yang mudah dipahami, menarik, dan dekat dengan budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) berorientasi etnopedagogi dalam pengembangan kompetensi profesional guru matematika sekolah dasar. Penelitian tindakan model Kemmis dan McTaggart dua siklus (64 jam pelatihan) dilaksanakan pada 32 guru Kelompok Kerja Guru Gugus 3 Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, dengan permainan tradisional Malonda sebagai konteks pembelajaran penjumlahan. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta angket kepraktisan, persepsi efektivitas, dan kepuasan pelatihan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Rata-rata aktivitas guru meningkat dari 82,54% pada Siklus I menjadi 91,18% pada Siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai 96,71% (sangat baik), kepraktisan 96,07% (sangat praktis), persepsi efektivitas 88,69% (setuju), dan kepuasan terhadap substansi pelatihan 92,52% (sangat puas). Temuan utama menunjukkan bahwa suasana pembelajaran berubah lebih cepat daripada kedalaman pedagogis guru: aspek menyenangkan hampir sempurna (99,55%), sedangkan indikator memulai dari pengetahuan awal siswa dan memberikan penguatan konsep paling rendah (masing-masing 87,50%). Simpulannya, pelatihan ini terlaksana dengan sangat baik dan dinilai praktis sehingga layak dijadikan model pengembangan kompetensi profesional guru, sedangkan peningkatan kompetensi itu sendiri masih perlu diuji melalui pengukuran sebelum dan sesudah tindakan.
Copyrights © 2026