Kurikulum Merdeka mendorong pelaksanaan pembelajaran yang memperhatikan keberagaman karakteristik dan latar belakang peserta didik. Namun, hasil identifikasi kebutuhan pada guru MGMP IPA Kota Batu menunjukkan bahwa integrasi prinsip Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran masih perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan CRT melalui workshop dan Lesson Study (LS). Kegiatan melibatkan 24 guru IPA SMP dan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, workshop CRT, pendampingan penyusunan modul ajar, serta implementasi LS dengan siklus plan, do, dan see. Hasil analisis menunjukkan bahwa 83,3% modul ajar guru telah memuat unsur CRT, meskipun penerapan aspek budaya masih belum merata. Pelaksanaan LS juga menunjukkan peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua. Kegiatan pendampingan melalui LS terbukti mendukung penguatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan CRT pada pembelajaran IPA
Copyrights © 2026