ABSTRAKKulit nangka (Artocarpus heterophyllus) mengandung karbohidrat potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengolahan kulit nangka menjadi mie kering dengan penambahan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pewarna alami diharapkan dapat menjadi alternatif produk pangan bernilai gizi. Penelitian eksperimental ini bertujuan mengetahui pemanfaatan tepung kulit nangka dalam pembuatan mie kering serta mengevaluasi karakteristik organoleptik, kadar air, dan kadar karbohidrat total. Empat formulasi digunakan, yaitu FT, FN, FN1, dan FN2. Kadar karbohidrat total ditetapkan menggunakan metode fenol–asam sulfat dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 490 nm. Hasil organoleptik menunjukkan seluruh formulasi memiliki rasa gurih dan tekstur kering, sedangkan warna dan aroma berbeda sesuai bahan penyusun. Kadar air FT, FN, FN1, dan FN2 berturut-turut sebesar 14,95%; 20,70%; 21,40%; dan 26,80%. Kadar karbohidrat total berturut-turut sebesar 13,13%; 8,24%; 16,57%; dan 14,68%. Kadar karbohidrat total tertinggi diperoleh pada FN1. Hasil menunjukkan kulit nangka berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan mie kering dan daun kelor dapat digunakan sebagai pewarna alami.Kata kunci: kulit nangka, daun kelor, mie kering, karbohidrat total, spektrofotometri UV-Vis
Copyrights © 2026