Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun sebagian besar guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) El-Ziyan Serua, Bojongsari, Kota Depok masih mengajar secara konvensional dan belum memahami strategi pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai pendekatan untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik 28 peserta (27 guru dan 1 kepala sekolah) MI El-Ziyan dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran mendalam sesuai Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2026. Metode pelaksanaan meliputi tujuh tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan konsep pembelajaran mendalam dan keterampilan abad ke-21, lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran (Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, dan Modul Ajar), pelatihan teknologi pembelajaran, simulasi mengajar (microteaching), pendampingan implementasi di kelas melalui kajian pembelajaran (lesson study), serta evaluasi dan keberlanjutan program. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan tes pemahaman konsep dan angket kepuasan peserta. Hasil tes evaluasi terhadap 28 peserta menunjukkan capaian pemahaman konsep yang tinggi, dengan rata-rata skor 9,18 dari 10 (91,8%) pada aspek pembelajaran mendalam, pembelajaran berbasis proyek dan masalah, teknik kooperatif Think-Pair-Share dan Jigsaw, serta prinsip asesmen formatif-sumatif, disertai kemampuan menyusun modul ajar dan media pembelajaran interaktif. Angket kepuasan menunjukkan respons yang sangat positif pada enam aspek yang dievaluasi, dengan proporsi peserta yang menyatakan puas atau sangat puas berkisar 95,0–100,0%. Kegiatan ini terbukti membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka serta berpotensi direplikasi di madrasah lain.
Copyrights © 2026