Pondok Tahfidz Fadhlul Huffazh Kota Tebing Tinggi menetapkan target hafalan 30 juz dalam tiga tahun, tetapi capaian santri putri di lapangan bervariasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor yang menghambat santri putri dalam menghafal Al-Qur’an, bentuk hambatannya, serta respons pondok dan santri terhadap hambatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan (pimpinan pondok, ustadzah/musyrifah, dan santri putri), observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terdiri atas faktor internal (rendahnya motivasi, kondisi fisik dan biologis, kondisi psikologis, dan manajemen waktu) serta faktor eksternal (penggunaan gawai saat libur, pengaruh teman sebaya, keterbatasan rasio pendampingan, dan konflik antarsantri). Hambatan tampak pada lupa ayat saat setoran, sulit berkonsentrasi, dan perilaku kurang disiplin pada jam menghafal yang cenderung muncul ketika pengawasan tidak konsisten. Pondok merespons melalui pendampingan personal, pelibatan orang tua, dan program tahsin, sedangkan santri meneguhkan niat, mengatur waktu, dan mencari dukungan sosial. Konsistensi pengelolaan dan pengawasan pondok merupakan faktor yang paling menentukan, sehingga hambatan perlu ditangani secara menyeluruh.
Copyrights © 2026