Pemberdayaan perempuan tidak hanya menyangkut peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga kemampuan perempuan memahami dan mengambil keputusan atas kesehatan reproduksinya. Rendahnya literasi keuangan, literasi ekonomi, dan pengetahuan kesehatan reproduksi dapat membatasi kemampuan perempuan mengelola sumber daya, mengakses layanan kesehatan, merencanakan kehidupan berkeluarga, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi literasi keuangan, literasi ekonomi, dan edukasi kesehatan reproduksi sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan di Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis data sekunder yang bersumber dari literatur ilmiah, dokumen kebijakan, publikasi pemerintah, dan laporan mengenai pemberdayaan perempuan, literasi keuangan, inklusi keuangan, serta kesehatan reproduksi. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi keterkaitan antara kapasitas ekonomi, akses keuangan, pengetahuan kesehatan reproduksi, pengambilan keputusan, dan kesejahteraan perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan memerlukan pendekatan lintas sektor yang menghubungkan kapasitas ekonomi dengan kapasitas kesehatan. Integrasi tersebut berpotensi memperkuat kemandirian perempuan, kapasitas pengambilan keputusan, ketahanan ekonomi rumah tangga, dan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi. Dalam konteks Lampung, pendekatan ini dapat menjadi dasar penguatan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada siklus kehidupan perempuan.
Copyrights © 2026