Peserta didik Gangguan Spektrum Autisme (GSA) yang duduk di jenjang pendidikan menengah dan atas mulai disiapkan berbagai keterampilan vokasional untuk transisi pasca sekolah. Salah satu keterampilan vokasional yang potensial untuk dikembangkan ialah sablon ecoprint, yaitu suatu teknik pewarnaan pada kain. Tujuan dari pelaksanaan pengadian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik GSA dalam membuat sablon ecoprint sebagai bekal keterampilan pasca sekolah. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahapan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Tahap sosialisasi fokus pada pengenalan terkait dengan dasar-dasar ecoprint, bahan yang digunakan, serta teknik-teknik dalam ecoprint. Sedangkan tahap pelatihan melakukan praktek langsung pembuatan ecoprint dengan pendampingan yang intensif. Kegiatan ini dilaksanakan di SLB Autisma YPPA Bukittinggi dengan melibatkan guru dan peserta didik GSA. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan postest untuk melihat pemahaman peserta sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Hasil pretest dan postest tersebut dianalisis menggunakan wilcoxon signed-rank test. Pemahaman guru terkait ecoprint memperoleh nilai wilcoxon 0,003. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan keterampilan vokasional, pemberdayaan guru, serta berpotensi menciptakan peluang wirausaha berbasis sekolah. Mengintegrasikan pendekatan praktik langsung, kegiatan pengabdian dapat bedaya guna dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi SLB.
Copyrights © 2026