Perkembangan TikTok sebagai platform media sosial sekaligus social commerce mendorong munculnya konten pemasaran yang dapat memengaruhi perilaku konsumen, termasuk kecenderungan melakukan pembelian secara impulsif. Kondisi tersebut menjadi relevan untuk dikaji pada mahasiswa Universitas Airlangga yang merupakan pengguna media sosial dan menjadi bagian dari kelompok konsumen yang terpapar konten pemasaran TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran konten TikTok terhadap impulsive buying pada mahasiswa Universitas Airlangga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 67 responden mahasiswa Universitas Airlangga yang menggunakan TikTok dan pernah melihat konten produk di platform tersebut. Variabel penelitian terdiri atas pemasaran konten TikTok sebagai variabel independen (X) dan impulsive buying sebagai variabel dependen (Y). Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran konten TikTok memiliki hubungan positif dan signifikan dengan impulsive buying, dengan nilai korelasi Pearson sebesar 0,277 dan p-value sebesar 0,023. Hasil regresi linear sederhana menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,326 dengan p-value sebesar 0,023, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,0769 menunjukkan bahwa pemasaran konten TikTok dalam model penelitian menjelaskan sebesar 7,69% variasi impulsive buying, sedangkan 92,31% sisanya berkaitan dengan faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Dengan demikian, pemasaran konten TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying pada mahasiswa Universitas Airlangga.
Copyrights © 2026