Era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi memberikan dampak ganda terhadap eksistensi pendidikan Islam. Di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain memicu krisis moral, sekularisme, dan erosi ketauhidan pada generasi muda. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam reaktualisasi pendidikan Islam sebagai nilai kenabia atau propetis melalui penguatan tiga pilar utama akidah, akhlak, dan ibadah berbasis Al-Qur’an dan Hadis bagi generasi muda serta korelasinya dengan nilai-nilai mendasar pendidikan Islam. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa reaktualisasi dapat direalisasikan melalui nilai-nilai kenabian yang koheren dengan pesan Al-Qur’an dan Hadis dalam ranah pembelajaran kontemporer, integrasi etika digital (cyber-ethics), serta penguatan pemaknaan ibadah. Hubungan ketiganya dengan nilai pendidikan Islam bersifat integratif-holistik, di mana akidah membentuk nilai keimanan (i’tiqadiyyah), ibadah mewujudkan nilai praktis (‘amaliyyah), dan akhlak melahirkan nilai moral (khuluqiyyah). Reaktualisasi ini sangat penting guna membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia di era disrupsi.
Copyrights © 2026