Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren masih menghadapi tantangan, khususnya dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut akibat rendahnya pengetahuan dan kebiasaan menyikat gigi yang belum sesuai rekomendasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan model intervensi berbasis pesantren melalui edukasi kesehatan gigi interaktif yang dikombinasikan dengan praktik sikat gigi massal pada santri Pondok Pesantren Darussa’adah Lirboyo Kota Kediri. Sebanyak 731 santri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan pengukuran pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 30 pada pretest menjadi 90 pada posttest atau peningkatan sebesar 60 poin. Observasi langsung selama praktik menunjukkan bahwa sebagian besar santri dapat mengikuti teknik menyikat gigi yang didemonstrasikan setelah mendapatkan pendampingan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung dapat diterapkan sebagai pendekatan promosi kesehatan gigi di lingkungan pesantren, meskipun perubahan jangka panjang dan hubungan kausal belum dapat dipastikan dari desain evaluasi yang digunakan.
Copyrights © 2026