Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efek analgesik ektrak daun trembesi (Samanea Saman (jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus musculus)Analgesic effect of trembesi leaf extract (Samanea saman (Jacq.) Merr.) on white mice (Mus musculus) Nikmatus Sa'adah; Niswatun Chasanah; Sawitri Dwi Indah Pertami; Puspa Dila Rohmaniar; Agus Aan Adriansyah; Ahda Mas Ulah
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i2.38880

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) berfungsi sebagai analgesik dengan menghambat mediator-mediator inflamasi sehingga pelepasan asam arakidonat dan kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan penelitian menganalisis efek analgesik ekstrak daun Trembesi terhadap mencit putih (Mus musculus). Metode: Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel 30 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok. Ekstrak daun trembesi yang digunakan dosis 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, kontrol negatif CMC.Na 0,5%, dan kontrol positif asetosal, pada masing-masing kelompok mencit putih jantan diberikan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase efektivitas analgesiknya dengan membandingkan persentase proteksi analgesik kelompok senyawa uji terhadap persentase proteksi analgesik kelompok kontrol positif. Hasil: Ekstrak daun Trembesi dosis 100 mg/kgBB memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 76,62% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi dosis 25 mg/kgBB (24,63%) dan 50 mg/kgBB (49,34%).  Nilai signifikansi hasil uji Kruskal Wallis sebesar 0,001 sehingga dapat diartikan terdapat perbedaan efektivitas analgesik ekstrak daun Trembesi yang signifikan antar kelompok. Simpulan: Terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus musculus).Kata kunci: nyeri; analgesik; samanea saman, tikus putih ABSTRACTIntroduction: Pain is an sensory and emotional unpleasant experience because of tissue damage. Secondary metabolites of flavonoids and steroids from Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) leaf extract have a function as analgesics by inhibiting inflammatory mediators so the release of arachidonic acid and the action of the cyclooxygenase enzyme is blocked. This study aimed to analyzed the analgesic effect of Trembesi leaf extract on white mice (Mus musculus). Methods: This experimental laboratory study used a simple random sampling technique with 30 mice samples divided into 5 groups. Trembesi leaf extract used was dose of 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBW, 100 mg/kgBW, negative control CMC.Na 0.5%, and positive control Acetosal, given oral to each group, then induced pain with 1% acetic acid intraperitoneally. Number of stretching mice was observed every 5 minutes for 30 minutes, then the percentage of analgesic effectiveness was calculated by comparing the percentage of analgesic protection of the test group to the percentage of analgesic protection of the positive control group. Results: Trembesi leaf extract at a dose of 100 mg/kgBW gave a great analgesic effect, 76.62% compared to Trembesi leaf extract at a dose of 25 mg/kgBW (24.63%) and 50 mg/kgBW (49.34%). The significance value of the Kruskal Wallis test results is 0.001 so it can be interpreted that there is a significant difference in the analgesic effectiveness of Trembesi leaf extract between groups. Conclusion: There is an analgesic effect of Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) leaf extract on white mice (Mus musculus).Keywords: pain; analgesic effect; saman leaf extract (samanea saman (jacq.) merr.); white mice 
EFEK ANALGESIK EKTRAK DAUN TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus) Nikmatus Sa’adah; Niswatun Chasanah; Sawitri Dwi Indah Pertami; Puspa Dila Rohmaniar; Agus Aan Adriansyah; Ahda Mas Ulah
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.216 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27305

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat menjadi salah satu tanaman alternatif herbal sebagai analgesik. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid pada ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat berfungsi sebagai analgesik dengan cara menghambat mediator-mediator inflamasi dengan cara menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus Musculus). Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pemberian larutan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase daya analgesik dan efektivitas analgesiknya. Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 100mg/kgBB dapat memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 9,2% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB yang hanya memberikan efek analgesik sebesar 34,7% dan 23,1%. Disimpulkan bahwa terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus Musculus).
Edukasi Pemanfaatan Buah-Buahan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Gratis Pada Anak Sawitri Dwi Indah Pertami; Kartika Asmarani; Basma Rosandi Prakosa; Afrida Nurmalasari; Dyah Noviana; Mara Gustina; Rudi Irawan; Endah Kusumastuti
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut berperan penting terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menjaga kesehatan mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sikat gigi minimal 2 kali sehari, memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, serta makan makanan yang kaya vitamin dan mineral, seperti buah. Kediri merupakan daerah penghasil buah lokal seperti mangga podang, nanas, jeruk, pisang, durian. Pengabdian masyarakat ini dengan melakukan pemeriksaan gigi mulut dan penyuluhan pemanfaatan buah-buahan untuk kesehatan gigi dan mulut, yang. dilaksanakan di Klinik Bandar Lor Kediri. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak panti asuhan Baitul Maal Hidayatullah Kediri. Kegiatan dilakukan dalam 2 sesi, sesi pagi dengan melakukan pemeriksaan gigi mulut pada anak-anak dan sesi sore dengan melakukan penyuluhan pemanfaatan buah-buahan local Kediri untuk kesehatan gigi mulut, pemberian kuisioner, dan diakhiri dengan pemberian doorprize. Anak-anak antusias untuk mengikuti pemeriksaan gigi mulut dan penyuluhan . Setelah penyuluhan anak-anak diberi kuis, dan doorrprize bagi yang benar dalam menjawab. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pemahaman anak-anak tentang cara menjaga kesehatan gigi mulut dan manfaat buah-buahan untuk kesehatan gigi dan mulut.
Pengaruh Stres Terhadap Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa Profesi Dokter Gigi IIK Bhakta Endah, Endah Kusumastuti; Dwi Indah Pertami, Sawitri; Nikmatus.Saadah; Ricky Ramadhan
Journal of Oral Health Care Vol. 10 No. 2 (2022): 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/ohc.v10i2.1745

Abstract

Latar Belakang: Salah satu kelainan rongga mulut yang sering terjadi adalah Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR). SAR adalah kelainan yang ditandai dengan ulser berulang pada mukosa rongga mulut tanpa tanda-tanda penyakit lain. Gambaran klinis dari SAR yaitu bulat atau oval berbatas jelas kemerahan dengan dasar berwarna kekuningan sampai abu-abu.  Etilogi SAR adalah multifaktorial dikaitkan dengan trauma, stres, ketidakseimbangan hormon, genetik, kelainan imun, beberapa penyakit sistemik serta defisiensi mineral, namun etiologi sebenarnya masih belum pasti. Stres adalah respon terhadap stimulus dan stressor. Dental education dapat menyebabkan stres yang cukup besar pada mahasiswa kedokteran gigi. Tingginya tingkat stres yang dirasakan mahasiswa profesi dokter gigi sering dikaitkan dengan kelelahan emosi dan tekanan psikologis sehingga dapat menyebabkan SAR. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres terhadap kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa profesi dokter gigi IIK Bhakta. Metode: Analitik observasional  dengan pendekatan cross sectional, untuk menguji hipotesis dilakukan uji chi square. Hasil: Berdasarkan uji chi square didapatkan nilai p=0,000 nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 maka hal tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Stres berpengaruh terhadap kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa profesi dokter gigi IIK Bhakta.
EFEK ANALGESIK EKTRAK DAUN TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus) Nikmatus Sa’adah; Niswatun Chasanah; Sawitri Dwi Indah Pertami; Puspa Dila Rohmaniar; Agus Aan Adriansyah; Ahda Mas Ulah
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27305

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat menjadi salah satu tanaman alternatif herbal sebagai analgesik. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid pada ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat berfungsi sebagai analgesik dengan cara menghambat mediator-mediator inflamasi dengan cara menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus Musculus). Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pemberian larutan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase daya analgesik dan efektivitas analgesiknya. Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 100mg/kgBB dapat memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 9,2% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB yang hanya memberikan efek analgesik sebesar 34,7% dan 23,1%. Disimpulkan bahwa terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus Musculus).
The Effect of Reciting the Qur’an with Makhraj on Saliva Volume and pH During Fasting Pertami, Sawitri Dwi Indah; Ningsih, Hesti Wira; Dianawati, Nur; Kusumastuti, Endah; Yuliana, Dwi Leni
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol. 13 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v13i2.22183

Abstract

An oral fluid called saliva contributes to the preservation of oral homeostasis. Both the major and minor salivary glands create saliva. Meanwhile, the practice of not eating or drinking is known as fasting. While fasting, saliva production is quite low, resulting from low stimulation to salivary glands. Salivary production, in fact, can be stimulated by mechanical stimuli, one of which is by reciting the Qur'an. Reciting the Qur'an with makhorijul huroof means reciting Qur'anic verses according to where the sound of the hijaiyah letters comes out. The resulting movement can stimulate the salivary glands and increase saliva production. The study, therefore, aims to determine the effect of reciting the Qur'an with makhraj on the volume and pH of saliva during fasting in Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri students. This study employed a true experimental method with a pre-test-post-test control group design. The results data were analyzed and interpreted to test the hypothesis using the independent t-test with the variable data scale being ratio. The results revealed the significance value of the independent t-test on the difference between the pre-test and post-test data on volume and pH of the experimental group of 0.000 Asymp. Sig. (2-tailed). The p-value <0.05 indicates that there was a significant effect. This study concludes that reciting the Qur'an with makhraj can increase the volume and pH of saliva during fasting.
Mutant p53 Expression Of Oral Transformed Epithelium Cell In Rats Injected By Benzo[A]Pyrene Sawitri Dwi indah Pertami; I Ketut Sudiana; Theresia Indah Budhy; Retno Palupi; Ira Arundina
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.234

Abstract

Benzopyrene is a polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) compound that can cause transformation of normal cells into malignant in order to its genotoxic,mutagenic,and carsinogenic ability. DNA mutation in tumor suppressor genes p53 make cells immortal which results in cell transformation and develops into malignancies. This study consist of five groups including the control group (without benzopyrene injection) and 4 treatment groups injected with benzopyrene each for 4 weeks (P1), 6 weeks (P2), 8 weeks (P3) and 10 weeks (P4). Therefore, the mutant p53 expression was calculated and analyzed statistically with the One Way Anova Test. There was signifficance difference in mutant p53 expression of oral transformed epithelium cell injected by benzopyrene (p=0.000) and the highest expression was at 10th week. It can be concluded that the mutant P53 expression of oral transformed epithelium cells in rats was increased after injected by benzopyrene
The Effect of Reciting the Qur’an with Makhraj on Saliva Volume and pH During Fasting Sawitri Dwi Indah Pertami; Hesti Wira Ningsih; Nur Dianawati; Endah Kusumastuti; Dwi Leni Yuliana
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol. 13 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v13i2.22183

Abstract

An oral fluid called saliva contributes to the preservation of oral homeostasis. Both the major and minor salivary glands create saliva. Meanwhile, the practice of not eating or drinking is known as fasting. While fasting, saliva production is quite low, resulting from low stimulation to salivary glands. Salivary production, in fact, can be stimulated by mechanical stimuli, one of which is by reciting the Qur'an. Reciting the Qur'an with makhorijul huroof means reciting Qur'anic verses according to where the sound of the hijaiyah letters comes out. The resulting movement can stimulate the salivary glands and increase saliva production. The study, therefore, aims to determine the effect of reciting the Qur'an with makhraj on the volume and pH of saliva during fasting in Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri students. This study employed a true experimental method with a pre-test-post-test control group design. The results data were analyzed and interpreted to test the hypothesis using the independent t-test with the variable data scale being ratio. The results revealed the significance value of the independent t-test on the difference between the pre-test and post-test data on volume and pH of the experimental group of 0.000 Asymp. Sig. (2-tailed). The p-value <0.05 indicates that there was a significant effect. This study concludes that reciting the Qur'an with makhraj can increase the volume and pH of saliva during fasting.
Pengenalan Sariawan dan Penyuluhan Potensi Buah Nanas dalam Pencegahan Sariawan Rongga Mulut pada Peserta Open House Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Sawitri Dwi Indah Pertami; Ernita Sari; Herlambang Prehananto; Eka Resti Efrata; Nikmatus Sa’adah; Rudi Irawan; Nur Dianawati; Endah Kusumastuti
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 2 (2025): Mei: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i2.4467

Abstract

The mouth sores are one of the most common oral lesions in adolescents, which refer to several different conditions, the most common of which are recurrent aphthous stomatitis and traumatic ulcers. Traumatic ulcers are generally caused by physical trauma such as biting while chewing, sharp foods, or improper brushing techniques. Recurrent aphthous stomatitis is idiopathic, with predisposing factors of hormones, stress, and nutritional deficiencies. Although relatively mild, canker sores can cause pain, interfere with eating and speaking activities, and reduce quality of life. Early prevention is very important, one of which is through a nutritional approach. Pineapple (Ananas comosus) contains phytochemical compounds such as bromelain, vitamin C, and antioxidants which are known to have anti-inflammatory effects and accelerate wound healing. This community service activity aims to introduce the public, especially high school students, to mouth sores, their causes, how to prevent them, and the potential of pineapple as a natural agent in preventing canker sores. The activity was carried out in the framework of the Open House of the Bhakti Wiyata Kediri Health Science Institute and was attended by 100 high school students from various public and private schools in Kediri City and its surroundings, consisting of 57 female students and 23 male students. The activity methods were in the form of counseling, presentation, and pre and post tests. The survey results showed an increase in participant knowledge from 58.2% to 92.6%. This activity was effective in increasing student awareness of mouth sores and the benefits of pineapple in maintaining oral health.
EFEK ANALGESIK EKTRAK DAUN TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus) Sa'adah, Nikmatus; Chasanah, Niswatun; Pertami, Sawitri Dwi Indah; Rohmaniar, Puspa Dila; Adriansyah, Agus Aan; Ulah, Ahda Mas
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i1.25450

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat menjadi salah satu tanaman alternatif herbal sebagai analgesik. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid pada ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat berfungsi sebagai analgesik dengan cara menghambat mediator-mediator inflamasi dengan cara menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus Musculus). Metode: Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pemberian larutan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase daya analgesik dan efektivitas analgesiknya. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 100mg/kgBB dapat memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 9,2% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB yang hanya memberikan efek analgesik sebesar 34,7% dan 23,1%. Simpulan: Terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus Musculus).