Senyawa antioksidan merupakan suatu kelompok senyawa fitokimia yang berpotensi dalam menangkal radikal bebas dan sering ditemukan dalam tumbuhan. Phaseolus radiatus L. dan Phaseolus vulgaris L. merupakan tumbuhan yang berasal dari family yang sama yaitu Fabaceae. Dimana kedua tanaman ini memiliki banyak potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan pada fraksi metanol biji kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) menggunakan metode DPPH. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan metode skrining fitokimia dan analisis Kromatografi Lapis Tipis, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan variasi konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC 50 pada fraksi biji kacang merah sebesar 27.51 µg/mL. Sedangkan pada fraksi biji kacang hijau sebesar 51.62 µg/mL. Berdasarkan analisis statistik Mann Whitney Test, analisis antioksidan pada fraksi biji kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) lebih besar dibandingkan dengan fraksi biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) dimana terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua sampel (Asymp Sig. < 0.05).
Copyrights © 2026