Struktur organisasi Muhammadiyah terdiri atas jenjang pimpinan, majelis dan lembaga, serta organisasi otonom yang memiliki fungsi berbeda dalam gerakan. Artikel ini menganalisis potensi struktur tersebut sebagai ekosistem pendidikan kader dengan menempatkan Pendidikan Islam sebagai kerangka utama. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis dokumen terhadap infografik struktur organisasi serta literatur terkait pendidikan kader, pendidikan karakter, dan pemikiran Pendidikan Islam. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: tata kelola organisasi, internalisasi nilai Islam, dan proses pembelajaran serta regenerasi kader. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur berjenjang berpotensi menyediakan ruang tanggung jawab secara bertahap; majelis dan lembaga dapat mendukung koordinasi program; sedangkan organisasi otonom berpotensi menjadi ruang partisipasi dan praktik kepemimpinan. Dalam perspektif Pendidikan Islam, peluang tersebut perlu diarahkan pada pembentukan kader yang berilmu, beradab, amanah, adil, mampu bermusyawarah, dan berorientasi pada kemaslahatan. Temuan ini bersifat konseptual, bukan bukti empiris efektivitas kaderisasi. Artikel mengusulkan model integratif yang menghubungkan struktur, nilai, pengalaman belajar, refleksi, dan pengabdian sosial.
Copyrights © 2026