ABSTRACT Improving madrasah quality demands a balanced integration between fulfilling administrative standards and practicing religious values to ensure institutional governance is not merely managerially driven. However, translating these values into operational procedures for internal quality assurance often faces technical challenges and varying levels of understanding among practitioners. This study aims to analyze the implementation of an Internal Quality Assurance System (SPMI) based on Islamic educational values at MAN 1 Surakarta, covering the five stages of the Quality Assurance Cycle: Determination, Implementation, Evaluation, Control, and Improvement (PPEPP), as well as the supporting and inhibiting factors. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were obtained through interviews with the head of the madrasah and teachers, observations, and a review of relevant documents, which were then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings identified the implementation of all five PPEPP stages and their connection with the Islamic values of trustworthiness (amanah), honesty, discipline, justice, deliberation (syura), diligence in work (itqān), and excellence in service (ihsan). The supporting factors included leadership commitment, collaboration, task allocation, data availability, facilities, and support from parents and the school committee. The identified obstacles included differences in understanding, time constraints, administrative workload, and suboptimal data management. The measures taken to address these obstacles included mentoring, simplifying instruments, distributing tasks, and organizing data. The study concludes that the implementation of an Islamic values-based SPMI at MAN 1 Surakarta needs to be strengthened through consistent application of the PPEPP cycle, integration of Islamic values into institutional practices, and documentation of evaluation follow-up. These findings are context-specific and do not establish a causal impact on academic achievement. ABSTRAK Peningkatan mutu madrasah menuntut integrasi yang seimbang antara pemenuhan standar administratif dan pengamalan nilai-nilai keagamaan agar pengelolaan lembaga tidak berorientasi manajerial semata. Namun, penterjemahan nilai-nilai tersebut ke dalam prosedur operasional penjaminan mutu internal masih kerap menghadapi tantangan teknis dan diferensiasi pemahaman di tingkat praktisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis nilai pendidikan Islam di MAN 1 Surakarta, meliputi pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala madrasah dan guru, observasi, serta penelusuran dokumen yang relevan, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi pelaksanaan lima tahapan PPEPP dan keterkaitannya dengan nilai amanah, kejujuran, kedisiplinan, keadilan, musyawarah (syura), kesungguhan dalam bekerja (itqān), dan pelayanan yang baik (ihsan). Faktor pendukung yang tercatat meliputi komitmen pimpinan, kerja sama, pembagian tugas, ketersediaan data, sarana, serta dukungan orang tua dan komite. Adapun hambatan yang ditemukan mencakup perbedaan pemahaman, keterbatasan waktu, beban administrasi, dan pengelolaan data yang belum tertata optimal. Upaya penanganan meliputi pendampingan, penyederhanaan instrumen, pembagian tugas, dan penataan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SPMI berbasis nilai pendidikan Islam di MAN 1 Surakarta perlu terus diperkuat melalui konsistensi pelaksanaan PPEPP, penerapan nilai dalam praktik kelembagaan, dan dokumentasi tindak lanjut evaluasi. Temuan ini bersifat kontekstual dan belum membuktikan dampak kausal terhadap peningkatan prestasi akademik.
Copyrights © 2026