Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebijakan BK Madrasah Berdasarkan Kepdirjen Pendis Nomor 7232 Tahun 2020 dan Implikasinya terhadap Pengembangan Layanan Eko Adi Putro; Muhammad Munadi; Abdul Matin Bin Salman
Journal of Social and Scientific Education Vol. 3 No. 3 (2026): Journal of Social and Scientific Education
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/josse.v3i3.1037

Abstract

Penyelenggaraan bimbingan dan konseling di madrasah tidak cukup didukung oleh panduan operasional karena mutu layanan juga ditentukan oleh kapasitas organisasi, kemudahan akses, etika profesional, dan evaluasi berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan menganalisis orientasi kebijakan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7232 Tahun 2020, mengidentifikasi tantangan implementasinya, dan merumuskan implikasi bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling pada Madrasah Aliyah di Kota Surakarta. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi pustaka dan analisis dokumen tanpa melibatkan responden manusia. Data dikumpulkan dari keputusan tersebut sebagai sumber primer serta artikel internasional terindeks Scopus, artikel nasional terindeks SINTA, sumber keislaman, dan dokumen resmi kelembagaan sebagai sumber sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis isi tematik melalui pembacaan dokumen, ekstraksi informasi, pengelompokan tema, perbandingan antarsumber, dan penyusunan sintesis berdasarkan pendekatan READ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah menyediakan kerangka program yang komprehensif, tetapi penerapannya memerlukan perencanaan yang koheren, kapasitas layanan yang memadai, pembagian peran yang jelas, akses bantuan, perlindungan kerahasiaan, mekanisme rujukan, dan evaluasi berbasis hasil. Kontribusi konseptual penelitian ini berupa lima kriteria pengembangan layanan, yaitu relevansi, akses, kesinambungan, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap martabat peserta didik. Prinsip amanah, keadilan, dan hikmah memperkuat kelima kriteria tersebut apabila dipadukan dengan kompetensi profesional. Madrasah disarankan melakukan asesmen kebutuhan dan audit kapasitas, memperkuat prosedur kerahasiaan dan rujukan, serta mengevaluasi proses dan hasil layanan. Penelitian lapangan selanjutnya perlu menguji kelima kriteria tersebut pada Madrasah Aliyah di Kota Surakarta.
IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL BERBASIS NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI MAN 1 SURAKARTA Eko Adi Putro; Baidi Baidi; Heldy Ramadhan Putra Pembangunan
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.16587

Abstract

ABSTRACT Improving madrasah quality demands a balanced integration between fulfilling administrative standards and practicing religious values to ensure institutional governance is not merely managerially driven. However, translating these values into operational procedures for internal quality assurance often faces technical challenges and varying levels of understanding among practitioners. This study aims to analyze the implementation of an Internal Quality Assurance System (SPMI) based on Islamic educational values at MAN 1 Surakarta, covering the five stages of the Quality Assurance Cycle: Determination, Implementation, Evaluation, Control, and Improvement (PPEPP), as well as the supporting and inhibiting factors. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were obtained through interviews with the head of the madrasah and teachers, observations, and a review of relevant documents, which were then analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings identified the implementation of all five PPEPP stages and their connection with the Islamic values of trustworthiness (amanah), honesty, discipline, justice, deliberation (syura), diligence in work (itqān), and excellence in service (ihsan). The supporting factors included leadership commitment, collaboration, task allocation, data availability, facilities, and support from parents and the school committee. The identified obstacles included differences in understanding, time constraints, administrative workload, and suboptimal data management. The measures taken to address these obstacles included mentoring, simplifying instruments, distributing tasks, and organizing data. The study concludes that the implementation of an Islamic values-based SPMI at MAN 1 Surakarta needs to be strengthened through consistent application of the PPEPP cycle, integration of Islamic values into institutional practices, and documentation of evaluation follow-up. These findings are context-specific and do not establish a causal impact on academic achievement. ABSTRAK Peningkatan mutu madrasah menuntut integrasi yang seimbang antara pemenuhan standar administratif dan pengamalan nilai-nilai keagamaan agar pengelolaan lembaga tidak berorientasi manajerial semata. Namun, penterjemahan nilai-nilai tersebut ke dalam prosedur operasional penjaminan mutu internal masih kerap menghadapi tantangan teknis dan diferensiasi pemahaman di tingkat praktisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis nilai pendidikan Islam di MAN 1 Surakarta, meliputi pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala madrasah dan guru, observasi, serta penelusuran dokumen yang relevan, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi pelaksanaan lima tahapan PPEPP dan keterkaitannya dengan nilai amanah, kejujuran, kedisiplinan, keadilan, musyawarah (syura), kesungguhan dalam bekerja (itqān), dan pelayanan yang baik (ihsan). Faktor pendukung yang tercatat meliputi komitmen pimpinan, kerja sama, pembagian tugas, ketersediaan data, sarana, serta dukungan orang tua dan komite. Adapun hambatan yang ditemukan mencakup perbedaan pemahaman, keterbatasan waktu, beban administrasi, dan pengelolaan data yang belum tertata optimal. Upaya penanganan meliputi pendampingan, penyederhanaan instrumen, pembagian tugas, dan penataan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SPMI berbasis nilai pendidikan Islam di MAN 1 Surakarta perlu terus diperkuat melalui konsistensi pelaksanaan PPEPP, penerapan nilai dalam praktik kelembagaan, dan dokumentasi tindak lanjut evaluasi. Temuan ini bersifat kontekstual dan belum membuktikan dampak kausal terhadap peningkatan prestasi akademik.