Penelitian ini bertujuan mengkaji terkait kesenjangan digitalisasi pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia yang berfokus pada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengkaji faktor-faktor penyebab kesenjangan akses pendidikan digital di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dari berbagai sumber dengan mengidentifikasi tiga faktor utama yang membentuk kesenjangan pendidikan digital, seperti infrastruktur, kondisi sosial ekonomi masyarakat, kapasitas guru dan sekolah. Berdasarkan data BPS ditemukan bahwa wilayah NTT, penggunaan internet oleh pelajar yang meningkat dari 6,76% (2019) menjadi 53,44% (2023), namun keterjangkauan jaringan di wilayah perbatasan tetap rendah karena topografi berbukit dan minimnya menara BTS. Temuan ini dikatakan bahwa kesenjangan digital di NTT bersifat struktural yang diperparah oleh faktor geografis, lemahnya kebijakan pendidikan inklusif di wilayah perbatasan, dan rendahnya literasi digital guru. Hal tersebut diperparah oleh fenomena COVID 19 Rekomendasi utama dari kesenjangan yang ada berupa perbaikan infrastruktur, penguatan guru dalam mengajar, dan kebijakan pendidikan inklusif
Copyrights © 2026