Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penguatan civic culture siswa melalui majalah dinding (mading) bermuatan budaya lokal di MA Fauzaniyyah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Urgensi penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal akibat kuatnya pengaruh budaya global, yang pada gilirannya mengancam identitas kewarganegaraan berbasis nilai-nilai lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap program mading, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mading bermuatan budaya lokal di MA Fauzaniyyah berkontribusi secara signifikan terhadap penguatan civic culture siswa melalui empat aspek utama, yaitu: internalisasi nilai budaya lokal, pembentukan identitas kewarganegaraan, pengembangan keterampilan partisipatif, dan penumbuhan solidaritas sosial. Selain itu, mading juga berfungsi sebagai ruang publik kewarganegaraan yang bersifat deliberatif, representatif, dan integratif. Penelitian ini menegaskan bahwa mading bukan sekadar media informasi sekolah, melainkan wahana edukatif strategis yang mampu mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam bingkai Pendidikan Kewarganegaraan secara kontekstual dan bermakna.
Copyrights © 2026