JURNAL SELULOSA
Vol 42, No 02 (2007): BERITA SELULOSA

PENYISIHAN SENYAWA KLOROLIGNIN OLEH Phanerochaete chrysosporium DALAM BIOREAKTOR UNGGUN TERFLUIDISASI

Dwina Roosmini (Kelompok Keahlian Teknologi Pengelolaan Lingkungan, FTSL - ITB)
Wisjnuprapto Wisjnuprapto (Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair, FTSL – ITB)
Reski Dian Diniari (Program Studi Teknik Lingkungan, FTSL-ITB)
Junianti Roslinda (Program Studi Teknik Lingkungan, FTSL-ITB)



Article Info

Publish Date
04 Oct 2017

Abstract

Chlorolignin compound in pulp and paper wastewater are toxic and mutagenic. The pulp and paper wastewater consisting chlorolignin are harmful if discharged to the receiving water without treatment. Biological treatment is an alternative to treat the chlorolignin. White rot fungi Phanerochaete chrysosporium with extra cellular enzyme are able to degrade chlorolignin. This study is conducted by using fluidized bed reactor to treat chlorolignin by using immobilized Phanerochaete chrysosporium. This study are intended to find the ability of  Phanerochaete chrysosporium in degrading chlorolignin in the range of concentration (0.05g/L; 0.1g/L; 0.2g/L; 0.3 g/L and 0.4 g/L). The molecular distribution of chlorolignin before and after treatment is measured by using High Performance Liquid Chromatography. This study showed that Phanerochaete chrysosporium are able to depolymerization high molecular chlorolignin to low molecular. INTISARISenyawa klorolignin, yang terdapat pada air buangan industri pulp dan kertas, merupakan senyawa lignin yang terklorinasi. Senyawa ini bersifat toksik dan mutagenik dan akan sangat berbahaya bila langsung dibuang ke perairan tanpa mengalami pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan secara biologis merupakan alternatif yang tepat untuk mengolah klorolignin. Jamur Phanerochaete chrysosporium diketahui memiliki enzim ekstraseluler yang mampu mendegradasi senyawa aromatik tersebut. Pada penelitian ini digunakan bioreaktor unggun terfluidisasi sebagai tempat terjadinya reaksi. Pada penelitian dilakukan variasi konsentrasi klorolignin 0,05 g/L; 0,1 g/L; 0,2 g/L; 0,3 g/L; dan 0,4 g/L. Konsentrasi glukosa yang dipakai ialah konsentrasi dimana efisiensi penyisihan optimum, yaitu penyisihan lignin 62,02% dan warna 75,05%. Perubahan distribusi berat molekul klorolignin sebelum dan sesudah pengolahan diperiksa dengan menggunakan metoda kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jamur Phanerochaete chrysosporium mampu melakukan depolimerisasi senyawa klorolignin berat molekul tinggi menjadi senyawa-senyawa dengan berat molekul yang lebih rendah.

Copyrights © 2007






Journal Info

Abbrev

jselulosa

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Selulosa (JSel) is a journal that provides scientific information resources aimed at researchers and engineers in academia, research institutions, government agencies, and industries. Jurnal Selulosa publishes original research papers, review articles and case studies focused on cellulose, ...