Hasil perhitungan awal bulan kamariah, idealnya harus sama atau mirip, karena benda yang dihitung adalah sama. Namun realitanya, hasil hitungan dari beberapa metode yang ada menunjukkan adanya perbedaan. Masing-masing pengguna metode tersebut mengamalkan hasil hitungannya sehingga hal ini memicu perbedaan hari raya di Indonesia. Jika hal ini dibiarkan, maka akan sulit mewujudkan hari raya secara bersama-sama. Penelitian ini difokuskan kepada pemikiran Muhammad Mansur dalam hisab awal bulan kamariah yang tertuang dalam karya monumentalnya, Sullam al-Nayyirain. Kata Kunci: Hisab Awal Bulan, Kitab Sullam al-Nayyirain.
Copyrights © 2018