Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PENGEMBANGAN MEDIA LOGICO PICCOLO KOSAKATA BAHASA INDONESIA BERBASIS PSYCHOWRITING UNTUK MAHASISWA BIPA UNESA NOR MIFTAH FARIDL, MUHAMMAD; SODIQ, SYAMSUL
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychowrtiting merupakan psikologi menulis yang didalamnya terdapat empat karakteristik psikologi eksistensiali, behavioris, psikoanalisis, dan humanis. Tujuan Penelitian ini adalah menghasilkan produk dan deskripsi tentang media Logico Piccolo kosakata berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA Unesa yang didalamnya membahas tentang proses pengembangan dan kualitas media. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, disusun rumusan masalah yaitu bagaimana pengembangan media Logico Piccolo kosakata bahasa Indonesia berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA unesa yang didalamnya membahas tentang proses pengembangan dan kualitas media. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan menurut Sadiman untuk mengembangkan dan memvalidasi produk yang digunakan dalam pembelajaran. Hasil penelitian Pada tahap pngembangan, telah dilakukan validasi, uji coba, dan revisi draf media Logico Piccolo. Revisi merupakan kegiatan penentuan draf akhir media Logico Piccolo. Proses pengembangan akan diulang ketika ada yang salah. Kualitas media Logico Piccolo kosakata berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA Unesa terbagi menjadi tiga bagian yaitu kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Kevalidan media Logico Piccolo dilihat dari dua hal yaitu aspek penyajian memiliki kualitas ?Sangat layak? dengan presentasi 89,69% dan aspek isi memiliki kualitas ?Sangat Layak? dengan presentasi 84%, dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas kevalidan media tersebut ?Sangat Layak? dengan presentasi 86,84%. Kepraktisan media Logico Piccolo dilihat dari hasil lembar angket respon peserta didik yang memiliki kualitas media ?Sangat Praktis? dengan presentasi 96,07%. Keefektifan media Logico Piccolo dilihat dari tiga aspek yaitu hasil belajar dengan presentasi 95,58%, pengamatan peserta didik dengan presentasi 83% dan pengamatan pendidik dengan presentasi 83%. Dapat disimpulkan jumlah akhir kualitas keefektifan media tersebut ?Sangat Efektif? dengan presentasi 87,19%, sehingga media Logico Piccolo Kosakata Bahasa Indonesia Berbasis psychowriting untuk mahasiswa BIPA Unesa termasuk kreteria kualitas sesuai hasil presentasi 90,03% yang tergolong ?Sangat Efektif? dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan, BIPA, Logico Piccolo, psychowriting
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF INSTRIKSI BERBANTU KOMPUTER MATERI DASAR BERBAHASA INDONESIA RESEPTIF TEMA PERKENALAN BERBASIS PSYCHOWRITING MAHASISWA BIPA UNESA ARIF PRAKOSO, YOGO
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelakasanaan program pendidikan Bipa di Unesa dimulai pada tahun 2013. Seiring berjalannya waktu, sistem pembelajaran di Bipa Unesa berkembang. Kebutuhan mahasiswa dan sarana pendukung pembelajaran di Bipa juga dikembangkan. Media pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Perkembangan sistem pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan media pembelajaran. Media pembelajaran interaktif yang dapat memfasilitasi empat tipe kepribadian menulis akan berampak positif pada hasil belajar peserta didik. Berdasarkan pernyatan tersebut, penelitian berjudul ?Pengembangan Media Interaktif Instriksi Berbantu Komputer Materi Dasar Berbahasa Indonesia Reseptif Tema Perkenalan Berbasis Psychowriting Mahasiswa Bipa Unesa? dilakukan. Penelitian ini menggunakan proses pengembangan Sadiman dkk yang memiliki enam langkah yaitu, (1) Menganalisa kebutuhan dan karakteristik mahasiswa, (2) merumuskan tujuan interaksional pembelajaran, (3) merumuska butir-butir materi, (4) perumusan alat ukur keberhsilan, (5) menyusun draft meda, (6) melakukan tes dan revisi. Hasil dari penelitian ini berupa media pembelajaran interaktif Instruksi Berbantu Komputer (IBK) androd berbasis psychowriting. Penelitian ini mendeskripsikan proses pegembangan dan kualitas media terebut. Proses pengembangan dilakukan berdasarkan pengembangan Sadiman dkk. Kualitas media diukur dari keefektifitasan, kevalidan dan kepraktisan media. Penilaian penyajian media IBK androd berbasis psychowriting memiliki nilai rata-rata 87.00 dan penilaian materi memiliki nilai rata-rata 92.00%. Berdsar keu rata-rata terebut, media IBK androd berbasis psychowriting memiliki nilai rata-rata sebesar 89.50% yang dikategorikan ?sangat layak?. Kepraktisan media IBK androd berbasis psychowriting diukur dari hasil respon siswa dengan nilai 95.00% yang dikategorikan ?sangat praktis?. Hasil belajar peserta didik yang menjadi salah satu tolok ukur keefektifitasan media berkategori ?sangat baik? dengan nilai 90.85%. hasil pengamatan guru dan siswa mendapatan persentase rata-rata 90.66% dan 89.34%. dari ketiga aspek tersebut media IBK androd berbasis psychowriting dapat dikategorikan ?sangat efektif?dengan nilai rata-rata 90.17%. Media IBK androd berbasis psychowriting dinilai ? sangat berkualitas? dari segi kualitas dengan menggabungkan nilai aspek kevalidan, kepraktian dan keefektifitasan dengan persetase 91.56%. Kata Kunci: Media pembelajaran, tema perkenalan, Bipa Unesa, psychowriting, Instruksi Berbasis Komputer, proses pengembangan, kualitas media.
KESALAHAN BERBAHASA PADA KARANGAN MAHASISWA PROGRAM BIPA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNESA TAHUN 2017 SYAH PUTRI, RIZKA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Ketetapan MPR No. II/MPR/1988 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Sektor Kebudayaan butir F, pembinaan dan pembelajaran bahasa Indonesia sudah dilakukan mulai pendidikan usia dini sampai dengan perguruan tinggi. Namun, pada kenyataannya kesalahan berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulis banyak terjadi. Ini menunjukkan pembinaan penggunaan bahasa Indonesia belum dilakukan secara tepat dan optimal. Berdasarkan fenomena dan analisis data awal menunjukkan bahwa mahasiswa program BIPA, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki kemampuan berbahasa lebih baik daripada mahasiswa jurusan lain. Oleh sebab itu, topik kesalahan berbahasa mahasiswa program BIPA Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia menarik untuk diteliti. Penelitian ini memiliki empat fokus penelitian, yaitu kesalahan ejaan, kesalahan pemilihan kata, kesalahan pembentukan kata, dan kesalahan pembentukan kalimat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analisis kesalahan berbahasa, jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah karangan mahasiswa program BIPA tahun ajaran 2017/2018. Dengan demikian, data penelitiannya adalah kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan pedoman analisisnya berpedoman pada kaidah-kaidah tata bahasa baku dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Hasan Alwi, dkk dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 172 kesalahan berbahasa, kesalahan yang sering terjadi adalah kesalahan penggunaan ejaan, 80 kesalahan. Penyebab terbanyaknya adalah penggunaan huruf miring 32 kealahan atau 40%. Kesalahan pemilihan kata ditemukan sebanyak 36 kesalahan. Penyebab terbanyak kesalahan pemilihan kata adalah tidak cermat memilih kata, sebanyak 15 kesalahan atau 42%. Kesalahan pembentukan kata ditemukan sebanyak 25 kesalahan dan penyebab kesalahan yang terbanyak adalah kesalahan akibat penggunaan afiks yang tidak tepat sebanyak 80%. Kesalahan pembentukan kalimat sebanyak 31 kesalahan dan penyebab terbanyaknya adalah kalimat yang tidak berstruktur lengkap 42%. Satu kalimat dalam karangan mahasiswa program BIPA dapat mengalami dua sampai empat kesalahan berbahasa. Kata kunci: kesalahan, ejaan, pemilihan kata, pembentukan kata, pembentukan kalimat.
PERKEMBANGAN JENIS KALIMAT DALAM BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) BAYU PRASTYO, AHMAD
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran BIPA sama halnya membelajarkan seorang amatir hingga menjadi profesional. Problematika utama pemelajar BIPA dalam belajar bahasa Indonesia terletak pada tata bahasa. Penggunaan tata bahasa yang tepat dalam bahan ajar dapat memudahkan pembelajaran. Pemelajar BIPA memiliki bahan ajar yang terdiri atas enam jenjang, yaitu A1, A2, B1, B2, C1, dan C2 yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Oleh karena itu, dalam penilitian ini akan dilihat apakah perkembangan tata bahasa dalam bahan ajar BIPA sesuai dengan hakikat perkembangan dan teori oxford reding tree, yaitu dari sederhana ke kompleks pada bahan ajar jenjang awal ke jenjang yang lebih tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam bahan ajar BIPA. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang ada dalam bahan ajar BIPA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik catat. Instrumen pengumpulan data adalah tabel klasifikasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding menyamakan (HBS), teknik hubung banding membedakan (HBB), dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian menunjukkan jenis kalimat dalam bahan ajar BIPA menunjukkan perkembangan baik pada kalimat tunggal dan pada kalimat majemuk menunjukkan perkembangan yang tidak baik. Kata kunci: Afiksasi, Reduplikasi, Komposisi, Jenis Kalimat, Perkembangan, Bahan Ajar BIPA
PERKEMBANGAN KOSAKATA DAN FONOTAKTIK PADA BUKU AJAR BIPA TINGKAT A1—C2 TERBITAN KEMENDIKBUD CHABIBAH, SHELYA
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2 ditujukan untuk warga asing yang ingin mahir berbahasa Indonesia. Kemahiran berbahasa berindikator utama memiliki penguasaan kosakata yang cukup. Karena itu, buku yang ideal ialah yang meningkatkan penguasaan kosakata. Kata terdiri atas deret fonem yang sistematis. Deret tersebut adalah fonotaktik. Dengan penganalisisan fonotaktik, diketahui tingkat kerumitan kosakata yang dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan kosakata dan fonotaktik pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2. Data penelitian adalah kosakata bahasa Indonesia pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik catat. Instrumen pengumpulan data adalah tabel klasifikasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding menyamakan (HBS), teknik hubung banding membedakan (HBB), dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil penelitian adalah 1) perkembangan kosakata pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2 fluktuatif dengan proporsi kelas kata seimbang: Buku A1 berisi 1930 kata, A2 1663, B1 2569, B2 3524, C1 2617, dan C2 2629 sehingga dinyatakan kurang baik dan 2) perkembangan fonotaktik pada Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2 meningkat berdasarkan jumlah: ada 10 pola pada Buku A1, 10 pada A2, 11 pada B1, 11 pada B2, 11 pada C1, dan 11 pada C2 tetapi berdasarkan kerumitan pola fluktuatif sehingga dinyatakan kurang baik.Kata kunci: perkembangan, kosakata, kelas kata, fonotaktik, dan Buku Ajar BIPA Tingkat A1?C2.
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN WAWASAN BUDAYA INDONESIA PELAJAR BIPA UNESA PUJI WIJAYANTI, SITI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan peminat bahasa Indonesia di dunia Internasional, peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis dan berkelanjutan, diplomasi bahasa Indonesia di dunia internasional, dan diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional yang telah dirancang ke dalam kompetensi pembelajaran BIPA tingkat pemula (A1 dan A2), tingkat madya (B1 dan B2), dan tingkat mahir (C1 dan C2). Penelitian ini berfokus pada pembelajaran BIPA tingkat pemula A2 yaitu dengan kompetensi capaiannya adalah menguasai keterampilan berbahasa Indonesia dengan tema wawasan budaya Indonesia, selain itu kurangnya ketersediaan media dalam pembelajaran BIPA menjadi kendala pelajar BIPA untuk menguasai materi pembelajaran. Satu di antara media yang dapat mengatasi kendala tersebut yaitu dengan media Buku Budaya. Media Buku Budaya berbentuk buku yang berisi pop up 3D dan teks bacaan bertema budaya Indonesia yang telah disesuaikan dengan materi oleh Kemendikbud, selain Buku Budaya didesain berukuran 30x30 cm, dan dilengkapi speaker untuk menunjang keteramplan menyimak pelajar BIPA. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan proses pengembangan media Buku Budaya dan mendeskripsikan kualitas media Buku Budaya dalam pembelajaran wawasan budaya Indonesia bagi pelajar BIPA Unesa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) Borg and Gall yang telah disederhanakan sesuai kebutuan penelitian menjadi enam langkah yaitu, (1) pengumpulan data masalah, (2) desain produk, (3) produksi media, (4) validasi, (5) uji coba, dan (6) revisi. Subjek dalam penelitian ini adalah pelajar BIPA tingkat pemula A2 di Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Hasil dalam penelitian terdiri atas dua data yaitu, proses pengembangan dan kualitas media Buku Budaya. Proses pengembangan media Buku Budaya telah selesai pada 15 November 2018, telah selesai divalidasi pada 22 November 2018, dan telah dilakukan uji coba pada 26?27 November 2018. Kualitas media Buku Budaya terdiri atas tiga kriteria yaitu, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kevalidan media Buku Budaya ditentuan melalui hasil validasi oleh validator ahli dan memperoleh persentase sebesar 85,5%, sehingga berkategori sangat valid. Kepraktisan media Buku Budaya ditentukan dari hasil analisis lembar kuesioner respons pelajar tehadap media pembelajaran yang memperoleh persentase sebesar 73,4%, sehingga berkategori praktis. Keefektifan media Buku Budaya ditentukan berdasarkan hasil tes keterampilan berbahasa yaitu, 1) keterampilan menyimak, 2) keterampilan membaca, 3) keterampilan menulis, dan 4) keterampilan berbicara. Hasil tes tersebut memperoleh persentase sebesar 79,4%, sehingga berkategori baik. Dapat disimpulkan bahwa kualitas media Buku Budaya berkualitas dengan persentase sebesar 79,4%. Kata kunci: Pengembangan, Buku Budaya, BIPA, Wawasan Budaya Indonesia
PEMETAAN AFIKSASI BUKU JUARA JURNAL BAHASA INDONESIA MAHASISWA BIPA 2016/2017 ORI RATNASARI, ABRIANI
BAPALA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis afiksasi, pengelompokan kelas kata yang mengalami afiksasi dan kelas bentuk dasar sebelum mengalami afiksasi yang ada dalam buku kumpulan juara jurnal bahasa Indonesia Mahasiswa BIPA 2016-2017. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini adalah (1) pengumpulan karangan, pembacaan karangan, penandaan dengan menggarisbawahi, pengklasifikasian dengan tabel, pembuatan diagram. Data penelitian ini diambil dari Jurnal Bahasa Indonesia Mahasiswa Darmasiswa tahun 2016/2017. Data yang diambil berupa kata yang diidentifikasi sebagai hasil afiksasi atau yang memiliki afiks. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Darmasiswa. Objek Penelitian adalah karangan mahasiswa Darmasiswa yang terkumpul dalam buku juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017.Dari 22 karangan mahasiswa asing (68.175 kata) ditemukan 1097 kata yang mengalami afiksasi. Dari 1097 kata terdapat 503 Prefiks, 74 sufiks dan 520 konfiks. Tidak ditemukan adanya infiks Afiks yang ditemukan meliputi (1)prefiks yaitu me-, ber, ter-, pe-, se- , (2)sufiks yaitu ?an , -kan dan (3) konfiks yaitu pe-an, me-kan, me-i, ke-an, ber-an, ber-kan. Afiks ditemukan pada kelas kata verba, nomina, adjektiva, adverbia,dan numeralia. Kata Kunci: afiksasi, afiks, kelas kata, mahasiswa darmasiswa (BIPA) Abstract This thesis aims to describe the type of affixation, classifying word classes that experience affixation and word classes of basic word before has affix in the book of champions ofIndonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. The approach used is qualitative approach. Data collection procedures in this study are (1) the collection of essays, reading essays, marking by underlining, classification with tables, and making diagrams. The data of this study were taken from the 2016/2017 Indonesian language journal of Darmasiswa students 2016/2017. Data can be taken in the form of words identified as the result of affixation or those that have affixes. The source of this research data is a book of champions of Indonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. The research subjectis Darmasiswa students. The object of this research is the essays of Darmasiswa students which is collected in the book of champions of Indonesian language journals for BIPA students 2016/2017 BIPA students. From 22 essays of foreign students (63,175 words) found 1097 words that has affix. From 1097 words there are 503 prefixes, 74 suffixes and 520 confixes. No infix was found. Affixes that found are (1) prefixes such as me-, ber, ter-,pe-, se-. (2)suffixes such as -an , -kan and (3) confixes yaitu pe-an? me-kan, me-i, ke-an, ber-an, ber-kan. Afiks can be found in word classes such as verbs , noun, adjectives, adverbia,dan numeralia. Keywords: affixation, affixes, word class, darmasiswa students (BIPA).
PENGEMBANGAN TEKNIK INTERACTIVE-COMMUNICATIVE GAMES UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BIPA KELAS PEMULA Rosita, Farida Yufarlina
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v19i1.20758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pembelajaran Interactive-Communicative Games pada keterampilan berbicara BIPA kelas pemula serta mengetahui kualitas teknik pembelajaran yang telah dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan gabungan model penelitian dan pengembangan R2D2 dan Dick and Carey. Desain pengembangan meliputi tiga fokus, yaitu fokus penetapan, desain dan pengembangan, serta diseminasi. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembelajaran yang dikembangkan memiliki penilaian sangat layak dengan persentase kualitas 86,85% yang diperoleh berdasarkan analisis hasil angket dari validator ahli, praktisi, dan pemelajar BIPA terhadap teknik pembelajaran yang dikembangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik pembelajaran Interactive-Communicative Games sangat layak untuk diimplementasikan dalam kelas yang sebenarnya.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS ANDROID NEMO BAHASA INDONESIA UNTUK MAHASISWA BIPA TINGKAT PEMULA PROGRAM DARMASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Insani Wahyu Mubarok; Pheni Cahya Kartika
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 4, No 1 (2019): Metalingua, Edisi April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.727 KB) | DOI: 10.21107/metalingua.v4i1.6124

Abstract

Media pembelajaran berbasis aplikasai android sebagai salah satu cara efektif, dikarenakan peserta didik memiliki peningkatan dan motivasi lebih dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Media pembelajaran  memanfaatkan android yang   menekankan pada beberapa aplikasi yang mudah dimiliki oleh semua peserta didik dan pengajar atau instruktur, sehingga dengan mudah dan tidak banyak mengeluarkan biaya. Gagne dan Briggs dalam Buku (Azhar, 2002) memberikan batasan mengenai lingkup median  meliputi alat alat bersifat fisik dengan tujuan menyampaikan materi pelajaran seperti buku, tape recorder/ perekam, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan computer. Nemo Bahasa Indonesia adalah aplikasi android yang dirancang sebagai media belajar dan pembelajaran bahasa indonesia dengan penguasaan sejumlah kata yang berguna. Dalam aplikasi android, Nemo seperti kamus saku sederhana sehingga membantu dalam meningkatkan materi untuk belajar dan pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa ada pengaruh Efektifitas Penggunaan bahan ajar berbasis android Nemo Bahasa Indonesia untuk mahasiswa BIPA tingkat pemula program Darmasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya pada mata kuliah Ketrampialn menyimak. Dalam kegiatan belajar mengajar membuat hasil belajar  lebih baik daripada kegiatan belajar mengajar tanpa menggunakan android. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa efektifitas media pembelajaran terhadap hasil belajar ternyata lebih efektif daripada kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan media pembelajaran pada mata kuliah ketrampilan menyimak, Nilai rata-rata yang lebih baik ini berarti keberhasilan di dalam kegiatan belajar mengajar.
Grammar Translation Method (GTM): Efektifitas Pembelajaran Aspek Membaca dan Menulis dalam BIPA Hesti Hesti; Dalman Dalman; Carla Carla
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.461 KB)

Abstract

The application of GTM in learning BIPA is examined in order to understand and describe the effectiveness. This research is qualitative and uses written test in form of questionnaire to collect the data. The result shows that the effectiveness of GTM in learning reading and writing aspects of BIPA is classified into good, particularly for those who just learned BI. GTM is effective in increasing vocabularies of foreigners and improving their grammar understanding in writing. The effectiveness of GTM is shown in how foreigners explained moral message in BI text and equal vocabularies of  BI to their languages which reach 75% accurate in average, and the ability of foreigners in grammar especially word formation and use of DM (explained-explains) in BI (morphology) and sentence patterns such as SP, SPO, SPOK (syntax).Penggunaan GTM dalam pembelajaran BIPA diteliti dengan tujuan mengetahui dan mendeskripsikan tingkat efektifitasnya. Penelitian ini menggunakan tes tertulis dalam bentuk questionnaire untuk mengumpulkan data. Untuk menganalisis data penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas GTM dalam pembelajaran aspek membaca dan menulis pada BIPA tergolong baik, khususnya bagi PA yang baru mengenal BI. GTM efektif untuk meningkatkan kosakata PA dan pemahamannya terhadap tata bahasa untuk menulis. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas GTM dari hasil PA menjabarkan pesan moral teks ber-BI dan jumlah padanan kosakata BI dengan bahasa PA yang rata-rata keakuratannya mencapai 75%, serta kemampuan PA dalam unsur tata bahasa yang ditunjukkan dengan pembentukan kata dan ketepatan penggunaan hukum Diterangkan-Menerangkan (DM) BI (morfologi) dan pola kalimat yang dihasilkan SP, SPO, SPOK (sintaksis).Keywords: BIPA, Grammar Translation Method (GTM), reading aspect, writing aspect

Page 20 of 118 | Total Record : 1176