Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

RASIONALISASI PERSPEKTIF FILM LAYAR LEBAR BERADAPTASI KARYA SASTRA Kartika, Pheni Cahya
Jurnal Pena Indonesia Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v2n2.p136-150

Abstract

Film as one of super important visual media is currently growing in Indonesia. Films will only be meaningful if it meets with the audience. Indonesia's willingness to watch the movie becomes very important. According to the survey the majority of wide screen film lovers, films adapted from literary works such as novels. This research is qualitative research in the field of literary studies and concentrate on the educational value of social psychology. Based on the analysis, it can be concluded that moviegoers are more interested in the film because of adopting novel storyline that often make a good impression, especially on their personality. Literary works such as novels able to be taught and enjoyed also by the presence of the film that this requirement will be educational value. Compared with the films that did not adopt a literary work, lovers of literature are sometimes not more interested in movies with some reason considered quite rational. Differences in the way the story and imagination commercial terms was seen as reducing the spirit of a literary work's title.
SEJARAH KOTA SURABAYA DALAM MATERI KETERAMPILAN MENYIMAK UPAYA INTERNASIONALISASI BAHASA PADA KELAS DARMASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA TAHUN 2019/2020 Kartika, Pheni Cahya; Kusnarto, Kusnarto
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: SEMINAR NASIONAL LALONGET I
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v0i0.3769

Abstract

Language Internationalization has long been sparked and is the mission of academics who always fight for Indonesian as a national identity. A variety of ways including promoting the culture of Indonesia that are attractive to foreigners aim to want to learn languages and cultures that are referred to as foreign speakers. Surabaya as one of the biggest cities in Indonesia becomes a reference in knowing the culture such as Javanese culture, typical dialect language, history of heroism and historical attractions of the city. The explicit problem is to introduce the history of the city of Surabaya in learning materials in the class listening to the Darmasiswa class. Understanding history is expected to be a bridge in knowing culture and bringing Indonesian to be easily studied by foreign speakers, it is also to find out the success of students in listening to the history material of the city of Surabaya. The research method through a qualitative descriptive approach with the results of data analysis of interviews and observations of learning in class, is expected to form a learning based on local wisdom that is more devoted to the history of the city of Surabaya able to obtain learning objectives, especially success in knowing the language and culture in the effort to internationalize Indonesian.
RASIONALISASI PERSPEKTIF FILM LAYAR LEBAR BERADAPTASI KARYA SASTRA Kartika, Pheni Cahya
Jurnal Pena Indonesia Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpi.v2n2.p136-150

Abstract

Film as one of super important visual media is currently growing in Indonesia. Films will only be meaningful if it meets with the audience. Indonesia's willingness to watch the movie becomes very important. According to the survey the majority of wide screen film lovers, films adapted from literary works such as novels. This research is qualitative research in the field of literary studies and concentrate on the educational value of social psychology. Based on the analysis, it can be concluded that moviegoers are more interested in the film because of adopting novel storyline that often make a good impression, especially on their personality. Literary works such as novels able to be taught and enjoyed also by the presence of the film that this requirement will be educational value. Compared with the films that did not adopt a literary work, lovers of literature are sometimes not more interested in movies with some reason considered quite rational. Differences in the way the story and imagination commercial terms was seen as reducing the spirit of a literary work's title.
Ragam Bahasa pada Acara Ini Talk Show di NET TV pada Januari 2015 Dianty Nur Fitri; Pheni Cahya Kartika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i1.2531

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah ragam bahasa dan bahasa plesetanyang digunakan pada acara Ini Talkshow di NET TV pada Januari 2015. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan ragam bahasa dan bahasa plesetan pada acara IniTalkshow di NET TV pada Januari 2015. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah acara Ini Talkshow di NET TVyang teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik simak bebas libat cakap danteknik rekam. Teknik analisis data yang digunakan adalah pereduksian data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapenggunaan ragam bahasa pada acara Ini Talkshow terdapat 72 tuturan ragam bahasabaku, 39 ragam bahasa tidak baku, 2 ragam bidang jurnalistik, 2 ragam bahasa bidangtransportasi, 8 ragam bahasa bidang kesehatan, 6 ragam bahasa bidang psikologi, 4ragam bahasa bidang kewirausahaan, 6 ragam bahasa bidang olahraga dan 64 ragamdaerah. Ragam bahasa yang paling banyak digunakan adalah ragam bahasa baku.Pada penggunaan ragam bahasa tersebut, ditemukan jenis bahasa plesetan, yaitu 43plesetan fonologis, 23 plesetan grafis, 31 plesetan morfemis, 5 plesetan frasa, 14plesetan ekspresi, 13 plesetan ideologis, dan 2 plesetan diskursi. Pada penggunaanragam bahasa tersebut, bahasa plesetan yang paling banyak ditemukan adalah jenisbahasa plesetan fonologis.
Pluralisme Agama dalam Kakawin Sutasoma Hasan Irsyad; M. Ridlwan; Pheni Cahya Kartika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v9i2.1179

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pluralisme agama dalam Kakawin Sutasoma serta Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks asli Kakawin Sutasoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan konsep pluralisme agama yang diajarkan Kakawin Sutasoma dan Bhinneka Tunggal Ika sesuai dengan konteks asli Kakawin Sutasoma. Untuk menemukan pluralisme agama dalam Kakawin Sutasoma, digunakan tiga prinsip pluralisme agama Coward. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara diskriptif. Dokumen yang digunakan adalah Kakawin Sutasoma terjemahan Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo yang diterbitkan Komunitas Bambu pada 2009.  Penelitian berhasil mengidentifikasi adanya pluralisme agama SiwaBuddha dalam Kakawin Sutasoma yang bercirikan toleransi dan saling menghormati antaragama, Tuhan dianggap sebagai hakikat tunggal yang berwujud jamak, agamaagama dianggap setara dan semuanya baik sebagai jalan menuju kebenaran, serta pengabsahan Buddha sebagai perwujudan Siwa lebih ditekankan daripada sebaliknya. Penelitian juga mendapati bahwa Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma adalah ungkapan yang mengajarkan pluralisme agama. Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma berbeda dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Sebagai semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika cakupannya diperluas dan tidak mengajarkan pluralisme agama.
Meningkatkan Jiwa Sosial Anak Melalui Karya Sastra Berupa Dongeng (Kajian Sastra Anak) Pheni Cahya Kartika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v8i2.93

Abstract

Kehadiran sastra anak memiliki konstribusi yang besar bagi perkembangan kepribadian anak dalam proses menuju kedewasaan sebagai manusia yang mempunyai jati diri yang jelas. Dengan demikian, berarti konstribusi sastra bagi pembaca dan pendengar yang masih anak-anak dapat membentuk pertumbuhan berbagai pengalaman, sedangkan nilai sosial yang muncul semenjak anak usia 2 tahun juga dianggap penting bagi tahap perkembangannya selain intelektual dan emosisonal. Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial anak usia dini. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi; meleburkan diri menjadi suatu kesatuan yang saling berkomunikasi dan bekerja sama. Penelitian ini termasuk dalam bidang kajian sastra, pada konsentrasi kajian sosial. Penelitian ini termasuk kepada jenis content analisys atau analisis isi, yakni penekanan pada sastra anak khususnya dongeng, serta nilai sosial pada anak. Melalui dongeng selain metode sederhana yang disukai anak anak, melestarikan kegiatan ini akan menambah khasanah tersendiri dalam menjaga keberadaan sastra anak kedepannya.
Efektivitas Media Wayang Kertas Terhadap Kemampuan Mendongeng Mata Kuliah Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Dharmasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Tisan Fitrotun Nufus; M. Ridlwan; Pheni Cahya Kartika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v12i1.2445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan mendongeng dengan menggunakan media wayang kertas. Dengan dua rumusan masalah sebagai berikut yaitu bagaimana efektivitas dan peningkatan media wayang kertas terhadap kemampuan mendongeng mahasiswa dharmasiswa. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif. Karena penelitian ini bertujuan untuk memaparkan hasil data dengan menggunakan angka-angka sebagai representasi dari efektivitas media wayang dan Sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dharmasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Tahun Ajaran 2017/2018 di kelas BIPA. Teknik pengumpulan data dengan cara tes berbicara mendongeng dengan menggunakan media wayang secara berkelompok dengan penilaian secara individu, setelah memperoleh data, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Simpulan hasil penelitian menunjukan efektivitas media memperoleh nilai rata-rata sebesar 67,46 dengan kategori nilai BC (Cukup Baik). Tes kedua nilai rata-rata yang diperoleh mahasiwa darmasiswa sebesar 70,6 dengan kategori nilai B (Baik). Sedangkan, pada peningkatan penggunaan media pemerolehan nilai yang dihasilkan selalu melebihi angka yang telah ditentukan. Nilai pada pertemuan pertama mencapai 84,33 dibulatkan menjadi 85 persen. Sedangkan pertemuan kedua mencapai 88,25 dibulatkan menjadi 89 persen. artinya nilai yang diperoleh dari tes kedua diketahui lebih meningkat meskipun tes pertama nilai yang dihasilkan sudah lebih dari target.      
Analisis Bahasa Gaul dalam Novel Ayat Amat Cinta Karya Asma Nadia, Boim Lebon, Fahri Asizah, Birulaut-Taufan E. Prast, LIan Kagura, Rex-Ratno Fadillah Kurniady Wijaya; Pheni Cahya Kartika
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v11i2.2367

Abstract

Novel ayat amat cinta karya asma Nadia, Boim Lebon dkk Menampilkan bahasa gaul guna menyesuaikan dengan kondisi peminat nya terutama remaja. Berdasarkan penelitian bahasa telah banyak mengalami pergeseran yang signifikan atas bahasa yang di ciptakan hendaknya dapat menciptakan bahasa gaul yang sewajarnya sehingga tidak mengacaukan komunikasi pendidikan bahasa Indonesia. Proses morfologis ini hanya di batasi pada afiksasi reduplikasi, dan pemendekan kata yang terdapat pada novel ayat amat cinta karya asma Nadia, Boim Lebon dkk. Sebagai data penelitian, data ini berbentuk kosakata bahasa gaul dalam novel ayat amat cinta karya asma Nadia, Boim Lebon dkk. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik dasar membaca dan mencatat. Dengan teknik analisis interaktif dengn tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel ayat amat cinta karya asma Nadia, Boim Lebon dkk tersebut telah banyak mengalami pergeseran yang signifikan pada objek penelitian yang diteliti. Oleh karena hal tersebut, peneliti mengharapkan adanya kesadaran sehingga tidak mengacaukan komunikasi pendidikan terutama bahasa indonesia.
KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERKARAKTER LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KREATIF PRODUKTIF MELALUI LESSON STUDY Sujinah -; Ngatmain -; Maria Endang Widyastuti; Pheni Cahya Kartika; Insani Wahyu Mubarok; R. Panji Hermoyo
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.894 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v13i3.52

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreativitas dalam pembelajaran menulis puisi berkarakter lingkungan dengan menerapkan model kreatif produktif melalui lesson study mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Kreativitas yang dimaksud meliputi kreativitas dosen dalam pembelajaran, kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran, dan kreativitas dalam puisi yang dihasilkan. Masing-masing kreativitas dilihat dengan menggunakan observasi, angket, penilaian produk. Penelitian ini dilakukan empat siklus. Kreativitas dosen dalam pembelajaran dari siklus ke siklus semakin meningkat, yang ditandai pada siklus 1 dosen bisa menghargai hasil pikiran kreatif siswa; pada siklus 2 dosen bisa membantu mahasiswa mengintegrasikan materi belajar kedalam situasi yang nyata; siklus 3 dosen lebih kreatif dalam pemanfaatan media belajar mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar; dan siklus 4 dosen bisa membantu siswamengintegrasikan materi belajar ke dalam situasi yang nyata. Kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran semakin meningkat yang ditandai dengan penggunaan media yang bervariasi dan adanya refleksi yang dilakukan pada setiap siklus dan kreativitas menulis puisi semakin meningkat, yang didominasi pada orisinal (tema, tipografi, gaya penulisan), kebaruan (tema, nama baru yang diciptakan sendiri, gaya penulisan), penggunaan imajinasi, emosi (kaya pengungkapan perasaan), simpati terhadap lingkungan, diksi, dan daya fantasi.Kata kunci: kreativitas; kreatif produktif; menulis puisi
EKOLITERASI MASYARAKAT STREN KALI KELURAHAN KARANGPILANG KOTA SURABAYA MENUJU NEW REALITY ERA PANDEMI COVID-19 Pheni Cahya Kartika; Ruspeni Daesusi; Himatul Farichah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v1i3.1097

Abstract

Area pemukiman padat penduduk yang berada di tepian sungai atau disebut area stren kali memiliki permasalahan yang komplek yakni, permasalahan sosial, pendidikan, ekonomi dan juga kesehatan lingkungan, terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini. Di masa pandemi Covid 19 ini, penduduk di kawasan padat penduduk yang berada pada lingkungan yang dekat dengan sungai yang cukup deras harus lebih berhati-hati. Sebagaimana diketahui bahwa peningkatan kasus Covid di Kota Surabaya sudah menunjukkan angka yang cukup tinggi. Sehingga Surabaya ditetapkan sebagai zona merah. Petugas Satgas Covid-19 yang sudah dibentuk oleh pimpinan setempat masih berupaya mengawasi keadaan di wilayah tersebut terutama RW.01 yakni daerah stren kali pada RT 2 dan RT.6. Permasalahan mencakup kurang pengetahuan dasar dalam penanganan keadaan pandemi Covid-19 dan menyikapi kehidupan pada new reality saat era pandemi. Dengan metode 3 (tiga) bidang ecoliterasi yakni eco-healthy, eco-collaboration dan eco-education, metode tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah terutama pada masyarakat di daerah stren kali pada RT. 2 dan RT 06. Waktu kegiatan dilaksanakan dengan standar protokoler kesehatan yakni skala kecil dan daring jika melibatkan banyak warga.