Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Arie Hendra Pranata; Bagus Ardi Saputro; Arri Handayani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.778

Abstract

Pranata, Arie Hendra. 2023: “Pengembangan Modul Ajar Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Ketrampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Pembimbing : (1) Dr. Bagus Ardi Saputro, M.Pd., (2) Dr. Arri Handayani, S.Psi.,M.Si. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar berbasis problem-based learning dalam meningkatkan ketrampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Modul ajar dikembangkan untuk mata pelajaran matematika pada materi kelipatan, faktor, kelipatan persekutuan, faktor persekutuan, KPK, dan FPB. Penelitian ini adalah research and development dengan model ADDIE dari Sezer dalam Rudi Hari Rayanto dan Sugianti (2020: 29) Pengembangan model ADDIE melalui 5 tahap yaitu Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implement), dan Evaluasi (Evaluation). Tahap Analisis meliputi needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah (kebutuhan), dan melakukan analisis tugas (task analysis). Tahap desain meliputi merumuskan tujuan pembelajaran, Selanjutnya menyusun tes, menentukan strategi pembelajaran yang tepat dengan mempertimbangkan sumber-sumber pendukung lain, misalnya sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya. Tahap pengembangan merupakan Langkah ketiga dalam model ADDIE. Salah satu endidi penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap Implementasi merupakan Langkah nyata untuk menerapkan endid pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Tahap evaluasi adalah proses untuk melihat apakah endid pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Data dalam penelitian ini adalah data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan oleh praktisi endidikan meliputi lembar validasi isi, validasi konstruk, Validasi LKPD, Validasi penggunaan media, dan validasi penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar model pembelajaran berbasis masalah dikembangkan terbukti valid, praktis, dan efektif sehingga sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis peserta didik. Kata kunci : Modul ajar, ketrampilan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis masalah (PBL)
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Kelas IV SD A Andriyanto; Retno Utaminingsih; Ana Fitrotun Nisa
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 7 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the characteristics of teaching modules based on discovery learning models, describe the feasibility of teaching modules and describe the effectiveness of teaching modules in developing Pancasila student profiles. This research is research and development involves adapting and modifying the Borg and Gall procedure into eight steps. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis techniques using descriptive statistical analysis. The teaching modules developed have characteristics in terms of interesting content and design, integration with the discovery learning model, and the attitude profile of Pancasila students. The results of the material expert validation obtained a percentage of 100%, the media expert validation obtained a percentage of 97,5%, and the class IV A teacher validation obtained a percentage of 98,75%. The results of the students' responses obtained a percentage of 96,8%. The results of the effectiveness of the teaching modules showed an increase in the overall dimensions of the Pancasila student profile of 33,17%. Based on these results, the teaching module based on the discovery learning model is declared to have the feasibility and effectiveness necessary to develop a Pancasila student profile for fourth grade elementary school students.
Pengembangan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Strategi REACT untuk Mengembangkan Kecakapan Numerasi dan Disposisi Matematis Peserta Didik Burhanudin Burhanudin; Santika Lya Diah Pramesti; Nevita Falasyifa
CIRCLE : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 01 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.845 KB) | DOI: 10.28918/circle.v3i01.6942

Abstract

pembelajaran berdiferensiasi dengan strategi REACT yang valid, praktis, dan efektif pada pembelajaran Matematika materi Statistika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan dilakukan menggunakan langkah-langkah Four-D dengan penyederhanaan menjadi tiga tahap yang meliputi pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Validitas produk ditentukan berdasarkan penilaian ahli. Kepraktisan produk ditentukan berdasarkan respon peserta didik dan hasil pengamatan rekan guru terhadap penerapan pembelajaran di kelas. Efektifitas produk ditentukan berdasarkan ketercapaian hasil belajar serta tingkat disposisi matematis peserta didik. Hasil penelitian menjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan: (1) memiliki tingkat kevalidan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,65; (2) bersifat praktis dengan skor rata-rata hasil respon peserta didik sebesar 4,63 dan skor rata-rata hasil pengamatan rekan guru sebesar 4,52; dan (3) efektif ditunjukkan dengan skor rata-rata penilaian hasil belajar sebesar 81, persentase ketuntasan sebesar 78% dan skor rata-rata disposisi matematis sebesar 4,29.
Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Menggunakan Web Canva Pada Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar Fitri, Azmi Ruzani Ulfa; Ariani, Yetti
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 11, No 3 (2023): (September-Desember) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v11i3.14502

Abstract

The research is motivated by the fact that there is a lack of use of technology in making teaching materials in schools. Even though there are adequate facilities for the manufacture of teaching materials. This study aims to develop teaching materials using the Canva web for science learning that is valid and practically applicable to the learning process. This type of research is development research (R&D) with the ADDIE model: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data for this study were obtained from validation sheets and response questionnaires and analyzed using quantitative data analysis and expressed qualitatively. The validation sheet consists of material expert validation sheets, language, media and driving teachers. While this response questionnaire consists of teacher and student response questionnaires. The test subjects for this study were 24 people, consisting of 11 male students and 13 female students in grade IVB SDN 10 Bandar Make Padang city. The results of this study obtained teaching materials in the form of valid and practical e-modules. The overall validation results obtained a percentage of 93.25% in the "Very Valid" category. While the overall practicality results obtained a percentage of 94.83% in the "Very Practical" category. Thus the e-module teaching material using the Canva web in science learning in class IV SD is declared valid and practical to use.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL PADA MATERI HIDROKARBON DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Ayu Rahmi; Yusrizal Yusrizal; Ilham Maulana
Chimica Didactica Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP USK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa pada materihidrokarbon melalui penggunaan pengembangan bahan ajar modul. Pengembangan modul menggunakan modelHannafin and Peck yang terdiri atas tiga fase, yaitu fase analisis keperluan, desain,serta pengembangan danimplementasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel diambil secara acak dan terbagi dalam kelaskontrol dan eksperimen. Penelitian dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 11 Banda Aceh tahun pelajaran 2012/2013.Pengumpulan data untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif siswa dilakukanmelalui tes awal dan tes akhir pada kedua kelas, dan untuk mengetahui tanggapan guru dan siswa terhadappenggunaan modul sebagai bahan ajar pada materi hidrokarbon digunakan angket. Pengolahan data dilakukan melaluibeberapa tahapan, diantaranya validitas, reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan daya beda untuk instrumen yang akandigunakan dalam penelitian. Selanjutnya, untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitifsiswa dilakukan perhitungan N-gain dari hasil tes awal dan tes akhir siswa. Uji hipotesis menggunakan beberapapengujian, diantaranya uji normalitas, homogenitas, dan uji kesamaan dua rerata. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa penggunaan modul hidrokarbon dapat meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar kognitifsiswa. Di samping itu, guru dan siswa sangat setuju terhadap penggunaan modul tersebut.
PENGEMBANGAN MODUL KOMPOS TERINTEGRASI KONSEP KIMIA SEBAGAI BAHAN AJAR UNTUK SISWA PROGRAM AGRIBISNIS TANAMAN PERKEBUNAN (ATP) SMKN ACEH TIMUR Jofrishal Jofrishal
Chimica Didactica Acta Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : FKIP USK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.488 KB)

Abstract

Learning curriculum in a vocational school combines the adaptive, normative and productive subject group. The adaptive, normative and productive subject groups are expected to be mutually supportive and complementary, in fact the group of subjects did not support each other. The purpose of this study is to develop a learning module for productive subject package (composting techniques) which is integrated by the concept of chemistry as one of the adaptive subjects in vocational school, another purpose of this study is to collect the responses of teachers and students on the module, the module quality assessment by experts, assessment of the portion of chemical concepts that integrated in the module by specialists and module effectivity test. The development of module is using the one of instructional development model in teaching materials development known as ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation). The results showed that 92% of teachers responded positively to the module, 85% of students responded positively . While the negative resposes from teacher wes 8% and 15% for student responses. The module quality assessment indicate score 3.36 which the criteria "good" and the expert assessment of chemical concepts are integrated in the module is 70% - 80%. The effectivity of module using student test results indicate the average grades is 92 which criteria "very good". The results suggest that the effectivity of the module is very good for learning.
Pengembangan Modul Ajar Sejarah Berbasis Augmented Reality di Sekolah Dasar Nadia Pofylia Dianti; Dyah Lyesmaya; Iis Nurasiah
Pedagogi Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i1.7812

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengambangkan suatu produk berupa modul ajar berbasis Augmented Reality untuk menunjang pembelajaran sejarah di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD). Model penelitian dan pengembangan yang dipilih adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develompmet, Implementation, and Evaluation) pada materi kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan dua analisis diantaranya analisis data kuaitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian modul ajar berbasis Augmented Reality mendapatkan penilaian dari validator ahli materi dengan presentase sebesar 97,67%, penilaian dari validator ahli media dengan presentase sebesar 93,44%, dan penilaian praktisi dengan presentase sebesar 94,31%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis Augmented Reality sangat layak digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah dengan presentase sebesar 81,19%Kata kunci:  Pengembangan, Modul Ajar, Augmented Reality  DEVELOPMENT OF AUGMENTED REALITY BASED HISTORY TEACHING MODULES IN ELEMENTARY SCHOOLS ABSTRACTThe aim of this research is to develop a product in the form of an Augmented Reality-based teaching module to support history learning in elementary schools. This study uses the Research and Development (RD) method. The chosen research and development model is the ADDIE (Analysis, Design, Develompmet, Implementation, and Evaluation) development model on Hindu, Buddhist, and Islamic kingdoms. This research data collection technique uses two analyzes including qualitative and quantitative data analysis. Based on the results of the research on Augmented Reality-based teaching modules, an assessment from material expert validators with a percentage of 97.67%, assessment from media expert validators with a percentage of 93.44%, and practitioners' assessment with a percentage of 94.31%. Thus it can be concluded that the teaching module based on Augmented Reality is very appropriate for students to use in the history learning process with a percentage of 81.19%.Keywords: Development, Teaching Modules, Augmented Reality.
Integrasi Kearifan Lokal Baduy pada Pengembangan Bahan Ajar Modul IPA dalam Menanamkan Nilai-Nilai Konservasi Lingkungan Vania Ayushandra; Sri Wuryastuti
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2022): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.13 KB) | DOI: 10.15408/elementar.v2i1.25399

Abstract

The existence of globalization and modernization is the cause of various changes in a life, one of which is local wisdom. Local wisdom is now fading along with the rapid development of the times. The learning process at the basic education level is to use the 2013 curriculum with integrative thematic learning, namely a learning model which consists of various themes in an integrated manner so that a meaningful experience can be obtained by students. The 2013 curriculum is based on cultural appreciation or local wisdom as stated in Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014 concerning Local Content for the 2013 Curriculum. Teaching materials for thematic books are used nationally so that there is not enough local cultural wisdom for students. Science is one of the compulsory subjects in the 2013 curriculum. The principle of science learning is scientific inquiry with the surrounding environment, so it is very suitable if there is the involvement of Baduy local wisdom because in it Baduy is one of the Indonesian ethnic groups who are very close to nature. Therefore, researchers designed teaching materials in which there is local Baduy wisdom in an effort to instill environmental conservation values. The method used in this study is R&D with the ADDIE model, namely three of the five stages including the analysis, design, and development stages. The teaching materials have been validated by material experts and media experts and given an assessment by the teacher which is stated in the appropriate category and without revision.Keywords: Baduy local wisdom, teaching materials, environmental conservation values
Pengembangan modul digital untuk bahan ajar pengolahan citra di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Muhamad Luqmanul Hakim; Heru Wahyu Herwanto; Gres Dyah Kusuma Ningrum
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.892 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n1p37-45

Abstract

Perkembangan TIK dalam dunia pendidikan, pada akhirnya mendorong pendidik dan praktisi pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti halnya upaya peningkatan dalam kualitas proses pembelajaran. Salah satu contoh dari upaya ini adalah dengan penggunaan metode yang tepat dan didukung dengan adanya pemanfaatan media dan bahan ajar yang berbentuk elektronik dalam pembelajaran. Salah satu bentuk bahan ajar yang dapat diterapkan dalam bentuk elektronik adalah modul digital berbasis epub. Tujuan penelitian ini adalah: merancang dan mengembangkan modul digital untuk bahan ajar Pengolahan Citra di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dan menguji kelayan modul digital untuk bahan ajar Pengolahan Citra di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Penelitian pengembangan ini mengacu pada prosedur penelitian pengembangan menurut Sugiyono, yang dibatasi pada beberapa tahap saja. Tahap-tahap tersebut meliputi: a) potensi dan masalah, b) pengumpulan data, c) desain produk, d) validasi desain e) uji coba pemakaian. Modul digital untuk bahan ajar pengolahan citra divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Pada penilaian ahli materi dengan skor yang diperoleh adalah 87,5 persen kategori kriteria sangat valid. Penilaian yang dilakukan oleh ahli media dengan skor yang diperoleh adalah 79 persen kategori kriteria cukup valid. Setelah divalidasi, modul digital tersebut diuji cobakan kepada 30 mahasiswa dengan memperoleh skor 87,9 persen masuk kategori sangat valid. Modul digital pengolahan citra yang dikembangkan pada penelitian ini cukup valid dan layak digunakan sebagai modul pembelajaran dengan nilai rata-rata kelayakan adalah 84,7 persen.
Studi Literature: Analisis Konsep Pengembangan Modul Ajar Hypercontent Berbasis Multiplatform Hotimah Hotimah
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3347

Abstract

Given their role and function in the learning process, the availability of teaching materials or teaching modules is crucial. Considering the characteristics of students as digital natives, who differ from those of previous generations, it is essential to present instructional modules that align with current technological advancements. The creation of multiplatform-based hyper-content education modules is both a challenge and a means of facilitating the learning process for students. By presenting tools in the form of hypertext, various website platforms, YouTube, QR code, and Cloud Computing, this hyper content teaching module will allow students to learn according to their learning styles and characteristics, increase interest in learning, and prevent destructive technology from occurring for educational implementers. Especially if the development of this hyper-content module follows the TPACK methodology.

Page 23 of 90 | Total Record : 896